Ayat 98:1

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنْفَكِّينَ حَتَّىٰ تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ

Orang-orang yang kufur dari Ahlulkitab dan orang-orang musyrik tidaklah berhenti sampai datang kepada mereka bukti yang nyata,

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنْفَكِّينَ حَتَّىٰ تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُlam yakuni lladziina kafaruu min ahli l-kitaabi wa-l-mushrikiina munfakkiina hattaa ta'tiyahumu l-bayyinatuorang-orang yang kufur dari Ahlulkitab dan orang-orang musyrik tidaklah berhenti sampai datang kepada mereka bukti yang nyata
Aplikasi

Pembukaan Al-Bayyinah dengan pengamatan tentang kebutuhan bukti: 'orang-orang yang kufur dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidaklah berhenti sampai datang kepada mereka bukti yang nyata', pengakuan bahwa keraguan berlanjut hingga bukti konkret disajikan, kebutuhan akan kejelasan sebelum perubahan sikap.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar k-w-n, k-f-r, a-h-l, k-t-b, sh-r-k, f-k-k, a-t-y, b-y-n): lam yakuni lladhiina kafaruu min ahli l-kitaabi wal-mushrikiina munfakkiina hattaa ta'tiyahumu l-bayyinah diterjemahkan 'tak berhenti sampai datang bukti nyata' (akar f-k-k: munfakk, terlepas-berhenti; akar b-y-n: al-bayyinah, bukti-terang, nama surah; pembelahan Ahli-Kitab vs musyrik, relevan tema ummii/ber-Kitab). Selaras.

Ayat 98:2

رَسُولٌ مِنَ اللَّهِ يَتْلُو صُحُفًا مُطَهَّرَةً

Seorang Rasul dari Allah yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan,

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. رَسُولٌ مِنَ اللَّهِ يَتْلُو صُحُفًا مُطَهَّرَةًrasuulun mina llaahi yatluu suhufan mutahharatanseorang Rasul dari Allah yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan
Aplikasi

Identifikasi bukti nyata yang dimaksud: '(yaitu) seorang Rasul dari Allah yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan', pengungkapan bahwa bukti yang ditunggu berwujud kehadiran nyata (Rasul) dan pesan tertulis yang murni.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar r-s-l, a-l-h, t-l-w, s-h-f, t-h-r): rasuulun mina llaahi yatluu suhufan mutahharah diterjemahkan 'Rasul membacakan lembaran suci' (akar r-s-l + akar t-l-w + akar s-h-f + akar t-h-r, al-bayyinah itu berwujud Rasul+lembaran-suci, cf. 80:13-16). gloss '(Nabi Muhammad)/(Al-Qur'an)' dibuang.

Ayat 98:3

فِيهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ

Yang di dalamnya ada tulisan-tulisan yang lurus.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. فِيهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌfiihaa kutubun qayyimatunyang di dalamnya ada tulisan-tulisan yang lurus
Aplikasi

Kualitas isi wahyu yang lurus: 'yang di dalamnya ada tulisan-tulisan yang lurus', penegasan konten yang jelas dan tegak, tidak berbelit atau ambigu dalam menyampaikan panduan.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar k-t-b, q-w-m): fiihaa kutubun qayyimah diterjemahkan 'di dalamnya tulisan yang lurus' (akar k-t-b + akar q-w-m, qayyimah: tegak-lurus-benar, isi wahyu yang menegakkan, cf. 18:2). gloss '(isi)/(benar)' diringkas.

Ayat 98:4

وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُ

Dan tidaklah terpecah orang-orang yang diberi Kitab kecuali setelah datang kepada mereka bukti yang nyata.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُwa-maa tafarraqa lladziina uutuu l-kitaaba illaa min ba'di maa jaa'atsumu l-bayyinatudan tidaklah terpecah orang-orang yang diberi Kitab kecuali setelah datang kepada mereka bukti yang nyata
Aplikasi

Fenomena perpecahan yang muncul justru setelah kejelasan: 'dan tidaklah terpecah orang-orang yang diberi Kitab kecuali setelah datang kepada mereka bukti yang nyata', ironi bahwa perpecahan bukan akibat kurangnya informasi, melainkan muncul setelah kejelasan tersedia, menunjukkan bahwa perpecahan berakar dari faktor lain (kepentingan, ego) bukan ketidaktahuan.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar f-r-q, a-t-y, k-t-b, b-'-d, j-y-a, b-y-n): wa maa tafarraqa lladhiina uutu l-kitaaba illaa min ba'di maa jaa'athumu l-bayyinah diterjemahkan 'terpecah HANYA setelah datang bukti nyata' (akar f-r-q + akar b-y-n, perpecahan agama BUKAN krn kurang-bukti, tapi setelah bukti jelas datang: akar perpecahan=sikap, bukan ketakcukupan wahyu; sejalan sensus-kecukupan terjemahan ini, cf. 3:19, 42:14). Selaras.