أَنْ رَآهُ اسْتَغْنَىٰ
Ketika melihat dirinya serba cukup.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- أَنْ رَآهُ اسْتَغْنَىٰan ra'aahu staghnaaketika melihat dirinya serba cukup
Aplikasi
Identifikasi pemicu kesombongan: 'ketika melihat dirinya serba cukup', pengakuan bahwa rasa kecukupan diri sering menjadi akar dari perilaku melampaui batas, bahaya dari ilusi kemandirian.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
an ra'aahu STAGHNAa diterjemahkan 'melihat dirinya serba berkecukupan' (terjemahan lain, keluarga istaghnaa sudah selaras dgn konvensi). Konvensi gny: ghaniyy diterjemahkan 'berkecukupan' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berkecukupan'); ghaniyy an diterjemahkan 'tidak memerlukan' (cabang preposisional); verba/istaghnaa/mughnuun pemakaian diteruskan (terjemahan lain konsisten; sub-putusan di belum diputuskan). Antonim internal: faqiir (35:15, 47:38, 3:181), fqr belum dibedah, 'fakir/miskin' interim. 'cukup' polos = wilayah k-f-y ('Cukuplah Allah' 27 ayat), beda bentuk dgn 'berkecukupan', didokumentasi. al-Ghaniyy (glos ilahi) = 'The Self-sufficient; He who has NO NEED of any one in any thing'; al-Mughnii = 'He who satisfies whom He will'. aghnaa an = idiom 'mencukupi/menghindarkan dari' (laa yughnii = 'tidak berguna/menolong').