أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ

Bukankah Allah hakim yang paling penuh hikmah?

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَa-laysa llaahu bi-ahkami l-haakimiinabukankah Allah hakim yang paling penuh hikmah
Aplikasi

Penegasan keadilan tertinggi sebagai penutup: 'bukankah Allah hakim yang paling penuh hikmah?', kesimpulan yang menempatkan kepercayaan pada sistem penilaian yang bijaksana, jaminan bahwa keputusan akhir akan proporsional dan adil.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

a-laysa llaahu bi-AHKAMI l-haakimiin, terjemahan lain 'hakim yang paling ADIL': kata 'adil' (-d-l) TIDAK ada di ayat (tambahan makna); elatif akar h-k-m sendiri (struktur = arham ar-raahimiin) diterjemahkan 'hakim yang paling penuh hikmah'. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:5712:4012:67 tiga terjemahan). Glos kitab (618): adh-dhikr al-hakiim = 'decides judicially' / 'FREE FROM DEFECT; no incongruity' ( diterjemahkan QS 4:82, uji metodologi kita).