Ayat 93:9
فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ
Maka terhadap anak yatim, janganlah engkau berlaku sewenang-wenang,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْfa-ammaa l-yatiima fa-laa taqharmaka terhadap anak yatim, janganlah engkau berlaku sewenang-wenang
Aplikasi
Instruksi praktis pertama berdasarkan pengalaman: 'maka terhadap anak yatim, janganlah engkau berlaku sewenang-wenang', penerapan langsung dari pengalaman personal (pernah menjadi yatim) menjadi panduan perlakuan terhadap yang senasib, empati yang lahir dari pengalaman nyata.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar y-t-m, q-h-r): fa-amma l-yatiima fa-laa taqhar diterjemahkan 'terhadap yatim jangan sewenang-wenang' (akar y-t-m + akar q-h-r, qahr: menindas; karunia dibalas dgn kepedulian serupa, cf. 93:6, 107:2). Selaras.
Ayat 93:10
وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ
Dan terhadap orang yang meminta, janganlah engkau menghardik,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْwa-ammaa s-saa'ila fa-laa tanhardan terhadap orang yang meminta, janganlah engkau menghardik
Aplikasi
Instruksi praktis kedua tentang kepedulian: 'dan terhadap orang yang meminta, janganlah engkau menghardik', kelanjutan prinsip kepedulian, respons lembut terhadap yang membutuhkan bantuan atau pengetahuan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar s-a-l, n-h-r): wa-amma s-saa'ila fa-laa tanhar diterjemahkan 'terhadap peminta jangan menghardik' (akar s-'-l + akar n-h-r, nahr: membentak; as-saa'il: peminta (harta atau ilmu), dibalas kelembutan). Selaras.
Ayat 93:11
وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ
Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka kisahkanlah.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْwa-ammaa bi-ni'mati rabbika fa-hadditsdan terhadap nikmat Tuhanmu, maka kisahkanlah
Aplikasi
Instruksi praktis ketiga tentang syukur aktif: 'dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka kisahkanlah', bentuk syukur yang diwujudkan melalui berbagi cerita dan pengalaman, bukan hanya perasaan internal melainkan tindakan menyebarkan kebaikan yang telah diterima.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar n-'-m, r-b-b, h-d-ts): wa amma bi-ni'mati rabbika fa-haddith diterjemahkan 'terhadap nikmat Tuhanmu, kisahkanlah' (akar n-'-m + akar h-d-ts, tahdiith: menuturkan-menyiarkan; syukur diwujudkan dgn menyampaikan, bukan menyembunyikan). gloss '(dengan bersyukur)' dibuang.