Ayat 93:6

أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَىٰ

Bukankah Dia mendapatimu sebagai yatim, lalu Dia melindungi?

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَىٰa-lam yajidka yatiiman fa-aawaabukankah Dia mendapatimu sebagai yatim, lalu Dia melindungi
Aplikasi

Pengingat perlindungan masa lalu pertama: 'bukankah Dia mendapatimu sebagai yatim, lalu Dia melindungi?', refleksi terhadap pengalaman kerentanan awal yang diikuti dengan perlindungan nyata, dasar keyakinan bahwa pola yang sama akan berlanjut.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar w-j-d, y-t-m, a-w-y): a-lam yajidka yatiiman fa-aawaa diterjemahkan 'mendapatimu yatim lalu melindungi' (akar w-j-d + akar y-t-m + akar '-w-y, iiwaa': memberi-naungan; pengingat karunia masa-lalu sbg bukti pemeliharaan berlanjut). Selaras.

Ayat 93:7

وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَىٰ

Dan Dia mendapatimu dalam keadaan belum-terbimbing, lalu Dia memberi petunjuk?

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَىٰwa-wajadaka daallan fa-hadaadan Dia mendapatimu dalam keadaan belum-terbimbing, lalu Dia memberi petunjuk
Aplikasi

Pengingat kedua tentang bimbingan yang diberikan: 'dan Dia mendapatimu dalam keadaan belum-terbimbing, lalu Dia memberi petunjuk?', pengakuan perjalanan dari ketidakpastian menuju kejelasan arah, transformasi yang telah terbukti terjadi.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar w-j-d, d-l-l, h-d-y): wa wajadaka daallan fa-hadaa diterjemahkan 'mendapatimu belum-terbimbing lalu menunjuki' (akar d-l-l + akar h-d-y, daall di sini = 'belum-menemukan-jalan/mencari', BUKAN 'sesat-durhaka' (bertentangan konteks penghiburan+pemuliaan); antonim 'hadaa' menuntut makna 'belum-terbimbing'; dalaal putaran 78 'lenyap/hilang-arah', bukan maksiat). terjemahan lain '(tentang syariat)' searah; terjemahan ini tegaskan bukan 'sesat'.

Ayat 93:8

وَوَجَدَكَ عَائِلًا فَأَغْنَىٰ

Dan mendapatimu sebagai seorang yang fakir, lalu Dia mencukupkanmu?

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. وَوَجَدَكَ عَائِلًا فَأَغْنَىٰwa-wajadaka aa'ilan fa-aghnaadan mendapatimu sebagai seorang yang fakir, lalu Dia mencukupkanmu
Aplikasi

Pengingat ketiga tentang kecukupan yang dianugerahkan: 'dan mendapatimu sebagai seorang yang fakir, lalu Dia mencukupkanmu?', rangkaian ketiga bukti pemeliharaan masa lalu, pola konsisten pertolongan pada momen-momen kebutuhan.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

wa-wajadaka aa'ilan fa-AGHNAa diterjemahkan 'lalu Dia memberimu kecukupan' (terjemahan lain, verba aghnaa positif selaras dgn 'berkecukupan'; wajadaKA 2MS '-mu' SAH). Konvensi gny: ghaniyy diterjemahkan 'berkecukupan' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berkecukupan'); ghaniyy an diterjemahkan 'tidak memerlukan' (cabang preposisional); verba/istaghnaa/mughnuun pemakaian diteruskan (terjemahan lain konsisten; sub-putusan di belum diputuskan). Antonim internal: faqiir (35:15, 47:38, 3:181), fqr belum dibedah, 'fakir/miskin' interim. 'cukup' polos = wilayah k-f-y ('Cukuplah Allah' 27 ayat), beda bentuk dgn 'berkecukupan', didokumentasi. al-Ghaniyy (glos ilahi) = 'The Self-sufficient; He who has NO NEED of any one in any thing'; al-Mughnii = 'He who satisfies whom He will'. aghnaa an = idiom 'mencukupi/menghindarkan dari' (laa yughnii = 'tidak berguna/menolong').