هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ مُوسَىٰ
Sampaikah padamu tuturan Musa?
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ مُوسَىٰhal ataaka hadiitsu muusaasampaikah padamu tuturan Musa
Aplikasi
Transisi menuju kisah historis sebagai penguat argumen: 'sampaikah padamu hadits Musa?', pertanyaan yang membuka narasi konkret sebagai ilustrasi tambahan bagi tema akuntabilitas dan konsekuensi yang telah dibahas.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Mempertahankan 'hadits' (bukan menerjemahkannya jadi 'kisah/berita') sengaja membuat pembaca berhenti sejenak, sebab kata yg sama, dipakai Qur'an utk DIRINYA SENDIRI, kini lazim dipahami sbg korpus TERPISAH dari Qur'an. ayat semacam ini TIDAK bisa dibaca sbg putusan hukum atas kewenangan riwayat Nabi, ia hanya mencatat bahwa PENAMAAN korpus itu 'hadiith' bukan berasal dari pemakaian Qur'ani sendiri. Kewenangan riwayat itu sendiri di luar cakupan pilihan-kata ini. Sama pola 20:9 (lih. atas), objek 'kisah Musa', sense generik-narasi.