فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَهُ يُؤْمِنُونَ

Maka dengan tuturan apa setelahnya mereka akan beriman?

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَهُ يُؤْمِنُونَfa-bi-ayyi hadiitsin ba'dahu yu'minuunamaka dengan tuturan apa setelahnya mereka akan beriman
Aplikasi

Pertanyaan penutup yang menantang: 'maka dengan hadits mana setelah ini mereka akan beriman?', tantangan final yang mempertanyakan standar bukti apa lagi yang diperlukan setelah seluruh argumen dan peringatan yang telah dipaparkan sepanjang surah.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Mempertahankan 'hadits' (bukan menerjemahkannya jadi 'kisah/berita') sengaja membuat pembaca berhenti sejenak, sebab kata yg sama, dipakai Qur'an utk DIRINYA SENDIRI, kini lazim dipahami sbg korpus TERPISAH dari Qur'an. ayat semacam ini TIDAK bisa dibaca sbg putusan hukum atas kewenangan riwayat Nabi, ia hanya mencatat bahwa PENAMAAN korpus itu 'hadiith' bukan berasal dari pemakaian Qur'ani sendiri. Kewenangan riwayat itu sendiri di luar cakupan pilihan-kata ini. Rumus identik 7:185/45:6 (dossier), pernyataan-diri Qur'an ttg kecukupannya. ayat ini bagian dari 66 ayat 'penyaringan-lawas' (ditulis sblm konvensi korpus-luas mapan), memakai 'Tuhan' utk *Allaah* (gaya dekat sebagian penerjemah 'heed warning'), BERBEDA dari konvensi 6.170 ayat lainnya di korpus ini yg memakai 'Allah' (nama, bukan diterjemah) 'beriman'. Ini BUKAN kesalahan makna (kedua terjemahan valid scr leksikal), tapi inkonsistensi GAYA internal yg jujur dicatat di sini, bukan didiamkan.