Ayat 76:29
إِنَّ هَٰذِهِ تَذْكِرَةٌ ۖ فَمَنْ شَاءَ اتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِ سَبِيلًا
Sesungguhnya ini adalah peringatan; maka siapa yang menghendaki, ia mengambil jalan kepada Tuhannya.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِنَّ هَٰذِهِ تَذْكِرَةٌ ۖ فَمَنْ شَاءَ اتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِ سَبِيلًاinna haadzihi tadzkiratun fa-man shaa'a ttakhadza ilaa rabbihi sabiilansesungguhnya ini adalah peringatan, maka siapa yang menghendaki, ia mengambil jalan kepada Tuhannya
Aplikasi
Kebebasan memilih yang ditegaskan kembali: 'sesungguhnya ini adalah peringatan; maka siapa yang menghendaki, ia mengambil jalan kepada Tuhannya', pengulangan formula yang sama dengan surah sebelumnya, menegaskan konsistensi prinsip kehendak bebas dalam merespons peringatan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar dz-k-r, sh-y-a, a-kh-dz, r-b-b, s-b-l): tadhkirah fa-man shaa'a ttakhadha ilaa rabbihi sabiilan diterjemahkan 'peringatan; siapa yang mau mengambil jalan kepada Tuhannya' (akar dz-k-r + akar sh-y-' + akar s-b-l, kehendak-bebas, sama 73:19, 74:55). Selaras.
Ayat 76:30
وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا
Dan kalian tidak menghendaki, kecuali jika Allah menghendaki. Sesungguhnya Allah berilmu lagi penuh hikmah.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًاwa-maa tashaa'uuna illaa an yashaa'a llaahu inna llaaha kaana aliiman hakiimandan kalian tidak menghendaki, kecuali jika Allah menghendaki, sesungguhnya Allah berilmu lagi penuh hikmah
Aplikasi
Batas kehendak manusia dalam kerangka kehendak ilahi: 'kalian tidak menghendaki (sesuatu) kecuali apabila dikehendaki Allah', pengakuan bahwa kebebasan memilih manusia tetap beroperasi dalam kerangka yang lebih besar, keseimbangan antara kehendak bebas dan kedaulatan ilahi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: sebutan 'Maha Bijaksana' diterjemahkan 'penuh hikmah' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:57≡12:40≡12:67 tiga terjemahan). Glos kitab (618): adh-dhikr al-hakiim = 'decides judicially' / 'FREE FROM DEFECT; no incongruity' ( diterjemahkan QS 4:82, uji metodologi kita).