إِنَّا خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعًا بَصِيرًا
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur. Kami hendak mengujinya, sehingga Kami menjadikannya dapat mendengar dan melihat.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِنَّا خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعًا بَصِيرًاinnaa khalaqnaa l-insaana min nutfatin amshaajin nabtaliihi fa-ja'alnaahu samii'an basiiransesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur, Kami hendak mengujinya, sehingga Kami menjadikannya dapat mendengar dan melihat
Aplikasi
Tujuan penciptaan yang eksplisit: 'menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur. Kami hendak mengujinya. sehingga menjadikannya dapat mendengar dan melihat', kerangka bahwa kemampuan sensorik diberikan justru untuk tujuan ujian, kapasitas indrawi bukan sekadar kebetulan biologis melainkan alat untuk menjalani tanggung jawab moral.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Bandingkan EMAS: fa-ja'alnaahu SAMIi'AN BASIiRAa, manusia dijadikan mendengar-melihat, pasangan lema SAMA dgn sebutan Allah (17:1, 42:11); terjemahan lain sendiri 'dapat mendengar dan melihat', kata jujur ditarik ke slot Allah (pola berilmu/penuh-hikmah ketiga kalinya). Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. of dariir'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.