بَلِ الْإِنْسَانُ عَلَىٰ نَفْسِهِ بَصِيرَةٌ

Bahkan manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri,

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. بَلِ الْإِنْسَانُ عَلَىٰ نَفْسِهِ بَصِيرَةٌbali l-insaanu alaa nafsihi basiiratunbahkan manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri
Aplikasi

Kesaksian diri yang tak terelakkan: 'bahkan, manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri', pengakuan bahwa kesadaran internal seseorang tentang tindakannya sendiri menjadi bukti yang tak terbantahkan, tidak memerlukan saksi eksternal untuk mengungkap kebenaran tentang diri sendiri.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

bal il-insaanu alaa nafsihii BASIiRAH, 'manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri' (terjemahan lain): basiirah = penglihatan-batin sbg saksi; pemakaian diteruskan + catatan cabang. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. of dariir'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.