Ayat 74:43
قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ
Mereka menjawab, “Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang bersalat,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَqaaluu lam naku mina l-musalliinamereka menjawab, dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang bersalat
Aplikasi
Pengakuan pertama tentang kelalaian ibadah: 'dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang bersalat', pengakuan langsung tentang ketiadaan praktik ibadah dasar sebagai salah satu penyebab utama.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…-orang yang melaksanakan salat…”. Corpus ayat ini: «muSal~iyna, TAKRIF». musalliin diterjemahkan 'orang yang salat'.
Ayat 74:44
وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ
Dan kami tidak memberi makan orang miskin,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَwa-lam naku nut'imu l-miskiinadan kami tidak memberi makan orang miskin
Aplikasi
Pengakuan kedua tentang kelalaian sosial: 'kami tidak (pula) memberi makan orang miskin', kombinasi kegagalan spiritual dan sosial, menegaskan bahwa dosa mencakup baik kewajiban terhadap Allah maupun terhadap sesama.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-w-n, t-'-m, s-k-n): lam naku nut'imu l-miskiin diterjemahkan 'kami tak memberi makan orang miskin' (akar t-'-m + akar s-k-n, mengabaikan hak fakir sbg sebab kunci masuk neraka, sepasang 74:43 lam naku nusallii; cf. 69:34, 107:3, 89:18). Selaras.
Ayat 74:45
وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ الْخَائِضِينَ
Dan kami selalu larut dalam kebatilan bersama orang-orang yang larut,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ الْخَائِضِينَwa-kunnaa nakhuudu ma'a l-khaa'idiinadan kami selalu larut dalam kebatilan bersama orang-orang yang larut
Aplikasi
Pengakuan ketiga tentang keterlibatan dalam kesia-siaan: 'kami selalu larut dalam kebatilan bersama orang-orang yang larut', pengaruh sosial negatif yang diikuti secara pasif, mengikuti arus tanpa mempertahankan integritas individu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-w-n, kh-w-d): nakhuudu ma'a l-khaa'idiin diterjemahkan 'larut dalam kebatilan bersama yang larut' (akar kh-w-d, mengikuti arus pembincangan-batil, cf. 6:68). gloss '(untuk tujuan yang batil)' dibuang.
Ayat 74:46
وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّينِ
Dan dahulu kami selalu mendustakan Hari Pertanggungjawaban,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّينِwa-kunnaa nukadzdzibu bi-yawmi d-diinidan dahulu kami selalu mendustakan Hari Pertanggungjawaban
Aplikasi
Pengakuan keempat tentang penolakan mendasar: 'dahulu kami selalu mendustakan Hari Pertanggungjawaban', akar teologis dari seluruh kegagalan sebelumnya, penolakan terhadap akuntabilitas sebagai sumber dari perilaku bermasalah lainnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain: 'hari Pembalasan' (15:35: 'hari Kiamat'). Pengakuan penghuni neraka: dahulu mendustakan Hari Pertanggungjawaban. Bagian rollout kelompok (a) akar diin, 12 kemunculan 'yawm al-diin' (15:35, 26:82, 37:20, 38:78, 51:12, 56:56, 70:26, 74:46, 82:15/17/18, 83:11) diseragamkan 'Hari Pertanggungjawaban' demi konsistensi leksikal. Konvergen mainstream (bukan reinterpretasi kontroversial); nuansa 'pertanggungjawaban' menyorot hisaab yg diakui tradisi (terjemahan lain sendiri: yaumul-hisaab). Catatan catatan lama menyebut 'the Day of Judgment/Requital'; sebagian penerjemah TIDAK pernah memakai 'Requital' di ayat-ayat ini. Frasa 'yawm al-diin' (akar d-y-n). Konvensi terjemahan ini: diin wajah (a) = pertanggungjawaban (balasan+perhitungan), lih. definisi-jangkar di scripts/ + entri kanonik 1:4.
Ayat 74:47
حَتَّىٰ أَتَانَا الْيَقِينُ
Hingga datang kepada kami kepastian.”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- حَتَّىٰ أَتَانَا الْيَقِينُhattaa ataanaa l-yaqiinuhingga datang kepada kami kepastian
Aplikasi
Titik akhir kesadaran yang terlambat: 'hingga datang kepada kami keyakinan (kematian)', momen ketika keraguan akhirnya sirna, namun terlambat untuk mengubah nasib yang sudah ditentukan oleh pilihan hidup sebelumnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-t-y, y-q-n): ataanaa l-yaqiin diterjemahkan 'datang kepada kami keyakinan (kematian)' (akar '-t-y + akar y-q-n, al-yaqiin=kematian, saat kepastian, cf. 15:99). gloss '(kematian)' dilaraskan.