Ayat 71:21

قَالَ نُوحٌ رَبِّ إِنَّهُمْ عَصَوْنِي وَاتَّبَعُوا مَنْ لَمْ يَزِدْهُ مَالُهُ وَوَلَدُهُ إِلَّا خَسَارًا

Nuh berkata, “Tuhanku, sesungguhnya mereka mendurhakaiku dan mengikuti orang yang harta dan anaknya tidak menambah baginya selain kerugian,

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. قَالَ نُوحٌ رَبِّ إِنَّهُمْ عَصَوْنِي وَاتَّبَعُوا مَنْ لَمْ يَزِدْهُ مَالُهُ وَوَلَدُهُ إِلَّا خَسَارًاqaala nuuhun rabbi innahum asawnii wa-ttaba'uu man lam yazidzu maaluhu wa-waladuhu illaa khasaaranNuh berkata, 'Tuhanku, sesungguhnya mereka mendurhakaiku dan mengikuti orang yang harta dan anaknya tidak menambah baginya selain kerugian'
Aplikasi

Diagnosis pola pengikutan yang keliru: 'mereka mendurhakaiku dan mengikuti orang yang harta dan anaknya tidak menambah baginya selain kerugian', pengamatan tajam bahwa masyarakat sering mengikuti figur berpengaruh (kaya, berketurunan banyak) tanpa mempertimbangkan apakah kekayaan tersebut sesungguhnya membawa manfaat spiritual atau justru kerugian.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, r-b-b, '-s-y, t-b-', z-y-d, m-w-l, w-l-d, kh-s-r): asawnii diterjemahkan 'mendurhakaiku' (akar '-s-y); ittaba'uu diterjemahkan 'mengikuti' (akar t-b-'); maaluhu wa waladuhu illaa khasaaran diterjemahkan 'harta & anaknya menambah kerugian' (akar m-w-l + akar w-l-d + akar kh-s-r, kekayaan pemimpin-sesat justru merugikan). Selaras.

Ayat 71:22

وَمَكَرُوا مَكْرًا كُبَّارًا

Mereka pun melakukan tipu daya yang sangat besar.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. وَمَكَرُوا مَكْرًا كُبَّارًاwa-makaruu makran kubbaaran'mereka pun melakukan tipu daya yang sangat besar'
Aplikasi

Skala tipu daya yang luar biasa: 'mereka pun melakukan tipu daya yang sangat besar', pengakuan bahwa penolakan terorganisir terhadap kebenaran bisa melibatkan strategi yang canggih dan terencana, bukan sekadar penolakan spontan.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) pemakaian diteruskan; per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan belum diputuskan. of saghiir, but see azhiim'; keluarga memuat 'the greatest, or oldest, ancestor' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.

Ayat 71:23

وَقَالُوا لَا تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا

Mereka berkata, ‘Jangan sekali-kali kalian meninggalkan tuhan-tuhan kalian, dan jangan pula sekali-kali kalian meninggalkan Wadd, Suwa', Yaguts, Ya'uq, dan Nasr.’

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. وَقَالُوا لَا تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًاwa-qaaluu laa tadzarunna aalihatakum wa-laa tadzarunna waddan wa-laa suwaa'an wa-laa yaghuutsa wa-ya'uuqa wa-nasranmereka berkata, 'jangan sekali-kali kalian meninggalkan tuhan-tuhan kalian, dan jangan pula sekali-kali kalian meninggalkan Wadd, Suwa', Yaguts, Ya'uq, dan Nasr'
Aplikasi

Daftar spesifik berhala yang dipertahankan: 'jangan sekali-kali kalian meninggalkan tuhan-tuhan kalian dan jangan pula sekali-kali kalian meninggalkan Wadd, Suwa', Yaguts, Ya'uq, dan Nasr', penyebutan nama-nama konkret menunjukkan bahwa penolakan bukan abstrak melainkan terikat pada objek pemujaan spesifik yang mengakar dalam tradisi mereka.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

WADD = NAMA BERHALA (transliterasi tetap), jangkar medan makna: berhala 'yang disayang'; 2MP diterjemahkan kalian. Konvensi wdd: waduud diterjemahkan 'penyayang' (takrif 'Sang Penyayang' 85:14); mawaddah/wudd diterjemahkan 'rasa sayang'; yuwaadduuna diterjemahkan 'saling menyayangi'; wadda (ingin) diterjemahkan pemakaian diteruskan (cabang keinginan); Wadd 71:23=nama. Registri kolisi kasih: pengasih=rahiim, penyayang=waduud, iba=ra'uuf, rahmat=rahmah, cinta=h-b-b (belum dibedah), sayang=w-d-d. habiib, sadiiq)'; verba wadda juga = 'ingin' (cabang keinginan; KBBI 'mawadah' n Ar: 'kasih sayang yang disertai KEINGINAN KUAT, kedekatan, dan keterikatan yang mendalam').

Ayat 71:24

وَقَدْ أَضَلُّوا كَثِيرًا ۖ وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا ضَلَالًا

Dan sungguh mereka telah menyesatkan banyak orang. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang zalim itu selain kesesatan.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. وَقَدْ أَضَلُّوا كَثِيرًا ۖ وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا ضَلَالًاwa-qad adalluu katsiiran wa-laa tazidi zh-zhaalimiina illaa dalaalan'dan sungguh mereka telah menyesatkan banyak orang. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang zalim itu selain kesesatan'
Aplikasi

Dampak sosial dari kesesatan yang menyebar: 'mereka telah menyesatkan banyak orang', pengakuan bahwa penolakan individual bisa berdampak luas, mempengaruhi banyak orang lain untuk mengikuti jalan yang sama, tanggung jawab kolektif atas pengaruh yang disebarkan.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar d-l-l, k-ts-r, z-y-d, zh-l-m): adalluu kathiiran diterjemahkan 'menyesatkan banyak orang' (akar d-l-l 78); laa tazidi zh-zhaalimiin illaa dalaalan diterjemahkan 'jangan tambahkan zalim selain kesesatan' (akar z-y-d + akar zh-l-m + akar d-l-l, doa Nuh: yang menolak bertambah tersesat, konsekuensi pilihan). Selaras.