Ayat 69:44
وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ الْأَقَاوِيلِ
Dan sekiranya dia mengada-adakan sebagian perkataan atas Kami,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ الْأَقَاوِيلِwa-law taqawwala alaynaa ba'da l-aqaawiilidan sekiranya dia mengada-adakan sebagian perkataan atas Kami
Aplikasi
Skenario hipotetis untuk menguji integritas: 'sekiranya ia mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami', pengandaian yang membuka jalan bagi argumen tentang konsekuensi jika klaim kenabian ternyata palsu, standar akuntabilitas yang tinggi bagi klaim atas nama otoritas ilahi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, b-'-d): law taqawwala alaynaa ba'da l-aqaawiil diterjemahkan 'sekiranya ia mengada-adakan perkataan atas Kami' (akar q-w-l, pengandaian: seandainya Nabi memalsukan wahyu). Selaras.
Ayat 69:45
لَأَخَذْنَا مِنْهُ بِالْيَمِينِ
Niscaya Kami renggut dia dengan tangan kanan,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- لَأَخَذْنَا مِنْهُ بِالْيَمِينِla-akhadznaa minhu bi-l-yamiininiscaya Kami renggut dia dengan tangan kanan
Aplikasi
Konsekuensi tegas bagi klaim palsu: 'niscaya Kami renggut dia dengan tangan kanan (kekuatan)', jaminan bahwa pemalsuan atas nama wahyu tidak akan dibiarkan tanpa tindakan, standar yang menegaskan keseriusan konsekuensi bagi manipulasi otoritas spiritual.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-kh-dz, y-m-n): la-akhadhnaa minhu bi-l-yamiin diterjemahkan 'niscaya Kami renggut dengan tangan kanan' (akar '-kh-dz + akar y-m-n, dengan kekuatan/kekuasaan). Selaras.
Ayat 69:46
ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِينَ
Kemudian benar-benar Kami putuskan urat nadinya,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِينَtsumma la-qata'naa minhu l-watiinakemudian benar-benar Kami putuskan urat nadinya
Aplikasi
Detail konsekuensi fisik yang eksplisit: 'kemudian benar-benar Kami putuskan urat nadinya', deskripsi konkret yang menekankan bahwa konsekuensi bagi kebohongan semacam itu bersifat total dan tidak bisa dihindari.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-t-', w-t-n): la-qata'naa minhu l-watiin diterjemahkan 'memutuskan urat nadinya' (akar q-t-' + akar w-t-n). Selaras.
Ayat 69:47
فَمَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ عَنْهُ حَاجِزِينَ
Maka tidak ada seorang pun dari kalian yang dapat menghalangi darinya.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَمَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ عَنْهُ حَاجِزِينَfa-maa minkum min ahadin anhu haajiziinamaka tidak ada seorang pun dari kalian yang dapat menghalangi darinya
Aplikasi
Ketiadaan perlindungan bagi yang bersalah: 'tidak ada seorang pun dari kalian yang dapat menghalangi (Kami) darinya', penegasan bahwa jika klaim kenabian memang palsu, tidak ada kekuatan manusia yang mampu mencegah konsekuensinya, argumen tidak langsung tentang keaslian wahyu melalui logika konsekuensi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-h-d, h-j-z): maa minkum min ahad anhu haajiziin diterjemahkan 'tak seorang pun dapat menghalangi Kami darinya' (akar h-j-z, bukti-internal keaslian: seandainya Qur'an karangan Nabi, Allah pasti menghukumnya & tak ada yang menghalangi; keberlangsungan wahyu=tanda kesahihan; sepasang i'jaaz 17:88, 10:38). Selaras.