ثُمَّ فِي سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُونَ ذِرَاعًا فَاسْلُكُوهُ

Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. ثُمَّ فِي سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُونَ ذِرَاعًا فَاسْلُكُوهُtsumma fii silsilatin dzar'uhaa sab'uuna dziraa'an fa-slukuuhu'kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta'
Aplikasi

Detail spesifik hukuman: 'belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta', presisi deskriptif yang menegaskan realitas konkret konsekuensi, bukan gambaran abstrak yang mudah diabaikan.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar s-l-s-l, dz-r-', s-b-', s-l-k): silsilah dhar'uhaa sab'uun dhiraa'an diterjemahkan 'rantai panjangnya tujuh puluh hasta' (akar s-l-s-l + akar dz-r-'); uslukuuhu diterjemahkan 'belitlah (masukkanlah)' (akar s-l-k). Selaras.