إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۚ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Sesungguhnya harta kalian dan anak-anak kalian hanyalah cobaan. Dan Allah, di sisi-Nya pahala yang agung.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌinnamaa amwaalukum wa-awlaadukum fitnatunsesungguhnya harta kalian dan anak-anak kalian hanyalah cobaan
  2. وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌwa-llaahu indahu ajrun azhiimundan Allah, di sisi-Nya pahala yang agung
Aplikasi

Reframing harta dan keturunan sebagai ujian: 'sesungguhnya harta kalian dan anak-anak kalian hanyalah cobaan. Di sisi Allahlah (ada) pahala yang agung', perspektif yang mengubah cara memandang hal-hal yang biasanya dianggap murni positif, kesadaran bahwa keduanya membawa tanggung jawab dan potensi ujian, bukan sekadar berkat tanpa konsekuensi.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.