ذَٰلِكَ بِأَنَّهُ كَانَتْ تَأْتِيهِمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَقَالُوا أَبَشَرٌ يَهْدُونَنَا فَكَفَرُوا وَتَوَلَّوْا ۚ وَاسْتَغْنَى اللَّهُ ۚ وَاللَّهُ غَنِيٌّ حَمِيدٌ
Yang demikian itu karena sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan keterangan-keterangan yang nyata, lalu mereka berkata, “Apakah manusia yang memberi petunjuk kepada kami?” Maka mereka kufur dan berpaling. Dan Allah berkecukupan. Allah berkecukupan lagi terpuji.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- ذَٰلِكَ بِأَنَّهُ كَانَتْ تَأْتِيهِمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِdzaalika bi-annahu kaanat ta'tiihim rusuluhum bi-l-bayyinaatiyang demikian itu karena sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan keterangan-keterangan yang nyata
- فَقَالُوا أَبَشَرٌ يَهْدُونَنَا فَكَفَرُوا وَتَوَلَّوْاfa-qaaluu a-basharun yahduunanaa fa-kafaruu wa-tawallawlalu mereka berkata, 'apakah manusia yang memberi petunjuk kepada kami?' maka mereka kufur dan berpaling
- وَاسْتَغْنَى اللَّهُ ۚ وَاللَّهُ غَنِيٌّ حَمِيدٌwa-staghnaa llaahu wa-llaahu ghaniyyun hamiidundan Allah berkecukupan; Allah berkecukupan lagi terpuji
Aplikasi
Akar penolakan berbasis prasangka: 'apakah (pantas jenis) manusia yang memberi petunjuk kepada kami?', pengungkapan bahwa penolakan sering berasal dari prasangka terhadap sumber pesan (karena manusia biasa) daripada evaluasi objektif terhadap isi pesan itu sendiri, peringatan untuk menilai kebenaran berdasarkan substansi bukan status pembawanya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
hamiid diterjemahkan 'terpuji' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); pasangan belum ditelaah (ghanii 'Maha Kaya') dipertahankan sementara. Konvensi hmd: hamiid diterjemahkan 'terpuji' (7 indefinit kecil) / 'Sang Terpuji' (10 takrif); hamd diterjemahkan 'puji' (al-hamdu 'segala puji' = istighraaq, pemakaian diteruskan); mahmuud 17:79 'tempat yang terpuji'; yuhmaduu 3:188 'dipuji'. Pembeda: shukr diterjemahkan 'mengganjar/bersyukur' (31:12 ayat dua-akar); wilayah 'terpuji' 100% milik akar ini di terjemahan lain (nol kolisi); 'mulia' DICADANGKAN kariim/majiid (11:73 hamiidun majiid). of dhammahuu'; hamd ≠ madh (hanya utk yang bergantung kehendak); hamd ≠ shukr ('shukr is only on account of favour received; hamd… sometimes from other causes'; yang tertimpa musibah ber-alhamdulillaah, 'no worldly blessing'); hamiid = 'laudatus' dua-arah: praised AND praiseworthy.