وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا ۚ وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Dan Allah tidak akan menunda suatu jiwa apabila telah datang ajalnya. Allah waskita terhadap apa yang kalian kerjakan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَاwa-lan yu'akhkhira llaahu nafsan idzaa jaa'a ajaluhaadan Allah tidak akan menunda suatu jiwa apabila telah datang ajalnya
- وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَwa-llaahu khabiirun bimaa ta'maluunaAllah waskita terhadap apa yang kalian kerjakan
Aplikasi
Kepastian mutlak tentang waktu kematian: 'Allah tidak akan menunda (kematian) seseorang apabila waktu kematiannya telah datang', penutup tegas yang menegaskan bahwa permohonan penundaan seperti pada ayat sebelumnya tidak akan dikabulkan, dorongan untuk bertindak baik selagi masih ada kesempatan, bukan berharap pada penundaan yang tidak akan pernah terjadi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
khabiir diterjemahkan 'waskita' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan sebutan belum ditelaah (latiif/basiir) dipertahankan sementara. Konvensi xbr: khabiir diterjemahkan 'waskita' (45 ayat, SEMUA utk Allah; 39 indefinit diterjemahkan kecil tanpa Maha, 6 takrif diterjemahkan 'Sang Waskita'); khabar/akhbaar diterjemahkan 'kabar/berita' (kata serapan akar); khubr pemakaian diteruskan+catatan. Pembeda: aliim diterjemahkan 'berilmu' (formula aliimun khabiir 4× kini 'berilmu lagi waskita'); terjemahan lain MEMBELAH lema (Teliti 36 / Mengetahui-Mengenal 9). Kolisi mati terdokumentasi: batin (b-t-n 57:3), mengenal (-r-f), duga (=zhann!).