وَلَا يَتَمَنَّوْنَهُ أَبَدًا بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ ۚ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ

Mereka tidak akan mengharapkan kematian itu selamanya, disebabkan apa yang telah mereka perbuat dengan tangan mereka sendiri. Allah mengetahui orang-orang zalim.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَلَا يَتَمَنَّوْنَهُ أَبَدًا بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْwa-laa yatamannawnahu abadan bimaa qaddamat aydiihimmereka tidak akan mengharapkan kematian itu selamanya, disebabkan apa yang telah mereka perbuat dengan tangan mereka sendiri
  2. وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَwa-llaahu aliimun bizh-zhaalimiinaAllah mengetahui orang-orang zalim
Aplikasi

Bukti tersirat dari keengganan: 'mereka tidak akan mengharapkan kematian itu selamanya disebabkan apa (keburukan) yang telah mereka perbuat dengan tangan mereka sendiri', pengakuan bahwa keengganan menghadapi pertanggungjawaban akhir sering mengungkap kesadaran tersembunyi tentang catatan perbuatan yang tidak ingin dihadapi.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain: sebutan diterjemahkan 'berilmu' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Bandingkan: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. C2 (aalamiin) & C3 (verba/'ilm/a'lam/'allama) menyusul. allaam = intensif ganda ('utmost degree'); ilm = pengetahuan (kata serapan 'ilmu').