مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

Tidak ada musibah yang menimpa di bumi dan tidak pada diri kalian, melainkan telah dalam suatu kitab sebelum Kami mewujudkannya; sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah.

Terjemahan bertahap (4 jeda)
  1. مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِmaa asaaba min musiibatin fii l-arditidak ada musibah yang menimpa di bumi
  2. وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْwa-laa fii anfusikumdan tidak pada diri kalian
  3. إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَاillaa fii kitaabin min qabli an nabra'ahaamelainkan telah dalam suatu kitab sebelum Kami mewujudkannya
  4. إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌinna dzaalika alaa llaahi yasiirunsesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah
Aplikasi

Prinsip ketetapan yang menenangkan: 'tidak ada musibah yang menimpa di bumi dan tidak pula pada diri kalian, melainkan telah (tertulis) dalam suatu kitab sebelum Kami mewujudkannya', keyakinan bahwa setiap kesulitan sudah berada dalam kerangka yang lebih besar dan bermakna, dasar bagi ketenangan menghadapi musibah tanpa jatuh dalam keputusasaan yang tak berujung.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar s-w-b, a-r-d, n-f-s, k-t-b, q-b-l, b-r-a, a-l-h, y-s-r): maa asaaba min musiibah…illaa fii kitaab diterjemahkan 'tak ada musibah kecuali dalam kitab' (akar s-w-b + akar k-t-b); min qabl an nabra'ahaa diterjemahkan 'sebelum Kami mewujudkannya' (akar b-r-'); yasiir diterjemahkan 'mudah' (akar y-s-r, ilmu Ilahi meliputi segala kejadian). gloss '(Lauhulmahfuz)' dibuang.