اعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يُحْيِي الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
Ketahuilah bahwa Allah menghidupkan bumi setelah matinya. Sungguh, telah Kami jelaskan kepada kalian tanda-tanda agar kalian mengerti.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- اعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يُحْيِي الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَاi'lamuu anna llaaha yuhyii l-arda ba'da mawtihaaketahuilah bahwa Allah menghidupkan bumi setelah matinya
- قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَqad bayyannaa lakumu l-aayaati la'allakum ta'qiluunasungguh, telah Kami jelaskan kepada kalian tanda-tanda agar kalian mengerti
Aplikasi
Bukti empiris kebangkitan dari alam: 'ketahuilah bahwa Allah menghidupkan bumi setelah matinya (kering)', fenomena tahunan yang bisa disaksikan langsung (tanah gersang menjadi subur) dijadikan bukti rasional bagi kemungkinan kebangkitan, argumen berbasis pengamatan bukan spekulasi abstrak.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. alaamah); 'verse of the Kur-án' cuma sense turunan KE-8, di-hedge Lane sendiri: ''. Bukti internal: satu kata menampung manusia (Isa 19:21), hewan (unta 7:73), benda (tongkat 7:106), bahasa & warna kulit (30:22), kisah (26:8), monumen (26:128), DAN satuan teks, hanya 'tanda' yang menampung semuanya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab.