مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ وَلَهُ أَجْرٌ كَرِيمٌ

Siapakah yang memberi pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik, sehingga Dia melipatgandakannya untuknya, dan baginya pahala yang mulia?

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًاman dzaa lladzii yuqridu llaaha qardan hasanansiapakah yang memberi pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik
  2. فَيُضَاعِفَهُ لَهُfa-yudaa'ifahu lahusehingga Dia melipatgandakannya untuknya
  3. وَلَهُ أَجْرٌ كَرِيمٌwa-lahu ajrun kariimundan baginya pahala yang mulia
Aplikasi

Metafora pinjaman untuk sedekah: 'siapakah yang (mau) memberi pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik?', penggunaan bahasa transaksional yang akrab (pinjaman) untuk menjelaskan konsep abstrak (sedekah berbalas pahala), membuat konsep spiritual lebih mudah dipahami melalui analogi ekonomi sehari-hari.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

keluarga krm pemakaian diteruskan (mulia/memuliakan/dimuliakan, terjemahan lain konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi krm/mjd: kariim diterjemahkan 'mulia' (takrif 'Sang Mulia' 82:6, 44:49; elatif akram diterjemahkan 'paling mulia' 96:3); majiid diterjemahkan 'luhur' (takrif 'Yang Luhur' 50:1, 85:15). Pembeda kitab: 56:77 kariim 'mulia' vs 85:21 majiid 'luhur'. Keluarga krm pemakaian diteruskan (memuliakan/dimuliakan); cabang-benda kariim didokumentasi (56:44). 'agung' tetap tercadang azhiim. of la'iim… A thing highly esteemed or prized; excellent, PRECIOUS'.