لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ
Mereka tidak pernah dijamah oleh manusia sebelum mereka dan tidak jin.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْlam yathmitshunna insun qablahummereka tidak pernah dijamah oleh manusia sebelum mereka
- وَلَا جَانٌّwa-laa jaannundan tidak jin
Terjemahan per kata (6 kata)
- لَمْlamtidak
- يَطْمِثْهُنَّyathmitshunnamenjamah mereka
- إِنْسٌinsunmanusia
- قَبْلَهُمْqablahumsebelum mereka
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- جَانٌّjaannunjin
Inti bacaan
Salinan utuh separuh akhir 55:56: 'mereka tidak pernah dijamah oleh manusia sebelum mereka dan tidak jin', kalimat gambaran yang dibawa tanpa diganti ke rangkaian kebun susulan, sekaligus isyarat awal adanya penghuni rangkaian itu, melalui akhiran pada 'sebelum mereka'.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini berbunyi (لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ, lam yathmitshunna insun qablahum wa-laa jaannun), "mereka tidak pernah dijamah oleh manusia sebelum mereka dan tidak jin". Seluruh ayat ini sama persis dengan paruh kedua 55:56. Akar kata kerjanya, pilihan kata "dijamah", dan dua kata ganti "mereka" di dalamnya sudah diuraikan di sana.
Selain refrain, surah ini mengulang utuh hanya dua kalimat. Kalimat pertama, (خَلَقَ الْإِنْسَانَ, khalaqa l-insaana), "Dia menciptakan manusia", di 55:3, terdengar lagi di awal 55:14. Kalimat kedua ada di ayat ini, yang mengulang paruh kedua 55:56. Ayat-ayat gambaran lain di pasangan kedua berbeda, sedikit atau banyak, dari padanannya di pasangan pertama.
Akhiran kata ganti jamak perempuan pada (يَطْمِثْهُنَّ, yathmitshunna) di sini menunjuk bidadari-bidadari di 55:72, melewati refrain 55:73. Di 55:56 akhiran yang sama menunjuk (قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ, qaashiraatu th-tharfi) dalam ayat yang sama.
Akhiran -hum pada (قَبْلَهُمْ, qablahum), "sebelum mereka", menunjuk penghuni taman. Di pasangan pertama rujukannya sudah disebut lebih dulu, yaitu mereka yang bersandar di 55:54. Di pasangan kedua penghuni taman belum disebut sama sekali sebelum ayat ini. Seperti dicatat di 55:62 dan 55:65, siapa penerima taman kedua tidak dinyatakan, dan kata yang menyebut sikap mereka, (مُتَّكِئِينَ, muttaki'iina), "mereka bersandar", baru datang di 55:76. Karena itu qablahum menjadi tanda pertama keberadaan penghuni taman kedua, dalam bentuk kata ganti yang rujukannya baru muncul dua ayat kemudian, dan siapa mereka tetap tidak dinyatakan.
Kata kerja yathmitshunna adalah kata kerja pertama di luar refrain di pasangan kedua, seperti dicatat di 55:67, dan juga satu-satunya di ayat-ayat gambarannya, karena muttaki'iina di 55:76 berbentuk kata benda yang menyebut pelaku, tidak berbentuk kata kerja. Kata kerja itu didahului (لَمْ, lam), yang meniadakan kejadian di masa lalu, dan terjemahan menulisnya "tidak pernah". Perbuatan yang disebut di gambaran pasangan kedua berupa perbuatan yang tidak pernah terjadi.
Pasangan kata (إِنْسٌ, insun) dan (جَانٌّ, jaannun) dengan "tidak" di antaranya, yang di 55:56 sudah dicatat sama bentuknya dengan 55:39, dengan ayat ini terdengar untuk ketiga kalinya di surah ini.
Terjemahan ayat ini mengikuti terjemahan 55:56 kata demi kata, dengan satu tambahan: "Mereka" di awal kalimat, karena di sini kalimatnya berdiri sebagai ayat tersendiri. Dalam teks Arab, insun adalah pelaku dan kata ganti pada yathmitshunna sasarannya. Terjemahan memakai bentuk pasif, "dijamah oleh manusia", supaya "mereka" tetap di awal kalimat, sama seperti di 55:56.
Tafsiran
Ayat ini mengulang kalimat tentang yang menemani penghuni taman, persis seperti di pasangan pertama. Di antara semua perbedaan kata kedua pasangan, mengalir dan memancar, dahan dan warna, menahan pandangan dan terpelihara, kalimat ini tidak berubah. Teksnya tidak menjelaskan mengapa hanya kalimat ini dipertahankan utuh.
Kalimat yang sama juga membawa perubahan di pasangan kedua. Di pasangan pertama penerima taman sudah disebut sejak 55:46, lalu digambarkan bersandar di 55:54, sebelum kalimat ini. Di pasangan kedua kalimat ini menjadi tempat pertama penerima itu ditandai, lewat satu kata ganti di dalam keterangan waktu, "sebelum mereka". Mereka pertama kali muncul sebagai orang-orang yang tidak didahului siapa pun. Pendengar mengenal penghuni taman kedua pertama kali lewat apa yang disiapkan untuk mereka.
Kata kerja di gambaran pasangan kedua pun berupa peniadaan. Pasangan ini menggambarkan taman dengan keadaan dan sifat, dan ketika akhirnya menyebut perbuatan, perbuatan itu tidak pernah terjadi. Di kedua pasangan, yang ditiadakan berupa perbuatan pihak lain, manusia dan jin, terhadap mereka. Keadaan mereka dinyatakan dengan tidak adanya sesuatu, tanpa tambahan sifat baru, dan keadaan itu pun ditanyakan sebagai nikmat di refrain sesudahnya.
Renungan dan Hikmah
- Di antara banyak perbedaan kata kedua pasangan taman, kalimat ini diulang tanpa perubahan satu kata pun. Dalam hidup kita banyak hal berubah bentuk menurut keadaan: cara bicara, cara bekerja, cara berpakaian. Ada juga hal yang tetap sama di mana pun kita berada, dan kita jarang memperhatikan mana saja yang termasuk di dalamnya. Kalimat yang sama di kedua pasangan memperlihatkan bahwa di tengah gambaran pemberian Allah yang beragam pun, ada bagian yang disebut dengan kata yang tidak berganti.
- Penerima taman kedua pertama kali ditandai dengan kata "mereka" di dalam keterangan "sebelum mereka". Kehadiran mereka didahului sesuatu yang sudah ada dan terjaga sebelum mereka tiba. Banyak hal dalam hidup kita juga disiapkan sebelum kita datang: keluarga yang menanti kelahiran, rumah yang dibangun orang tua, bumi yang sudah dihamparkan. Berapa banyak dari yang disiapkan Tuhan sebelum kita tiba yang pernah kita sadari?
- Keadaan mereka di ayat ini dinyatakan dengan kalimat peniadaan: tidak pernah dijamah siapa pun. Kebaikan sering kita bayangkan sebagai sesuatu yang ditambahkan, prestasi atau amal yang terlihat. Ayat ini menyebut keadaan yang berupa sesuatu yang tidak terjadi. Menjaga diri dari sesuatu juga kebaikan, walaupun hasilnya tidak terlihat oleh siapa pun. Apakah kita menghargai kebaikan yang berupa hal-hal yang sengaja tidak kita lakukan?
- Susunan manusia dan jin dengan "tidak" di antaranya terdengar tiga kali di surah ini: sekali tentang hari ketika dosa tidak ditanyakan (55:39), dan dua kali di taman. Di ketiganya kedua golongan disebut dalam kalimat yang meniadakan: tidak ditanya tentang dosanya, dan tidak pernah menjamah. Pendengar dari kedua golongan, yang disapa refrain, mendengar golongannya sendiri disebut di dalam gambaran pemberian Tuhan, sebagai pihak yang tidak pernah mendahului penghuni taman.
- Kalimat ini sampai kepada pendengar dua kali, dengan jarak delapan belas ayat. Pengulangan membuat kalimat itu lebih mudah diingat daripada gambaran lain yang hanya disebut sekali. Dari seluruh rincian kedua pasangan taman, pendengar paling mungkin mengingat kalimat ini. Dalam mendidik diri sendiri pun, hal-hal yang kita ulang akhirnya menetap. Pilihan tentang apa yang kita ulang setiap hari ikut menentukan apa yang tersisa dalam ingatan kita tentang nikmat Tuhan.
- Dalam teks Arabnya manusia dan jin disebut sebagai pelaku, dan terjemahan membalik susunan itu dengan bentuk pasif supaya "mereka" tetap di awal kalimat. Ketika bercerita, kita pun selalu memilih siapa yang disebut lebih dulu, dan pilihan itu memperlihatkan ke mana perhatian kita tertuju. Kalimat terjemahan ini meletakkan pihak yang dijaga di depan, dan pihak yang tidak menjamah di belakang. Dalam cerita kita sendiri tentang pemberian Tuhan, siapa yang biasanya kita sebut lebih dulu, diri kita atau Pemberinya?