Ayat 55:74

لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ

Mereka tidak pernah dijamah oleh manusia sebelum mereka dan tidak jin.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْlam yathmitshunna insun qablahummereka tidak pernah dijamah oleh manusia sebelum mereka
  2. وَلَا جَانٌّwa-laa jaannundan tidak jin

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. لَمْlamtidak
  2. يَطْمِثْهُنَّyathmitshunnamenjamah mereka
  3. إِنْسٌinsunmanusia
  4. قَبْلَهُمْqablahumsebelum mereka
  5. وَلَاwa-laadan tidak pula
  6. جَانٌّjaannunjin

Inti bacaan

Salinan utuh separuh akhir 55:56: 'mereka tidak pernah dijamah oleh manusia sebelum mereka dan tidak jin', kalimat gambaran yang dibawa tanpa diganti ke rangkaian kebun susulan, sekaligus isyarat awal adanya penghuni rangkaian itu, melalui akhiran pada 'sebelum mereka'.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini berbunyi (لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ, lam yathmitshunna insun qablahum wa-laa jaannun), "mereka tidak pernah dijamah oleh manusia sebelum mereka dan tidak jin". Seluruh ayat ini sama persis dengan paruh kedua 55:56. Akar kata kerjanya, pilihan kata "dijamah", dan dua kata ganti "mereka" di dalamnya sudah diuraikan di sana.

Selain refrain, surah ini mengulang utuh hanya dua kalimat. Kalimat pertama, (خَلَقَ الْإِنْسَانَ, khalaqa l-insaana), "Dia menciptakan manusia", di 55:3, terdengar lagi di awal 55:14. Kalimat kedua ada di ayat ini, yang mengulang paruh kedua 55:56. Ayat-ayat gambaran lain di pasangan kedua berbeda, sedikit atau banyak, dari padanannya di pasangan pertama.

Akhiran kata ganti jamak perempuan pada (يَطْمِثْهُنَّ, yathmitshunna) di sini menunjuk bidadari-bidadari di 55:72, melewati refrain 55:73. Di 55:56 akhiran yang sama menunjuk (قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ, qaashiraatu th-tharfi) dalam ayat yang sama.

Akhiran -hum pada (قَبْلَهُمْ, qablahum), "sebelum mereka", menunjuk penghuni taman. Di pasangan pertama rujukannya sudah disebut lebih dulu, yaitu mereka yang bersandar di 55:54. Di pasangan kedua penghuni taman belum disebut sama sekali sebelum ayat ini. Seperti dicatat di 55:62 dan 55:65, siapa penerima taman kedua tidak dinyatakan, dan kata yang menyebut sikap mereka, (مُتَّكِئِينَ, muttaki'iina), "mereka bersandar", baru datang di 55:76. Karena itu qablahum menjadi tanda pertama keberadaan penghuni taman kedua, dalam bentuk kata ganti yang rujukannya baru muncul dua ayat kemudian, dan siapa mereka tetap tidak dinyatakan.

Kata kerja yathmitshunna adalah kata kerja pertama di luar refrain di pasangan kedua, seperti dicatat di 55:67, dan juga satu-satunya di ayat-ayat gambarannya, karena muttaki'iina di 55:76 berbentuk kata benda yang menyebut pelaku, tidak berbentuk kata kerja. Kata kerja itu didahului (لَمْ, lam), yang meniadakan kejadian di masa lalu, dan terjemahan menulisnya "tidak pernah". Perbuatan yang disebut di gambaran pasangan kedua berupa perbuatan yang tidak pernah terjadi.

Pasangan kata (إِنْسٌ, insun) dan (جَانٌّ, jaannun) dengan "tidak" di antaranya, yang di 55:56 sudah dicatat sama bentuknya dengan 55:39, dengan ayat ini terdengar untuk ketiga kalinya di surah ini.

Terjemahan ayat ini mengikuti terjemahan 55:56 kata demi kata, dengan satu tambahan: "Mereka" di awal kalimat, karena di sini kalimatnya berdiri sebagai ayat tersendiri. Dalam teks Arab, insun adalah pelaku dan kata ganti pada yathmitshunna sasarannya. Terjemahan memakai bentuk pasif, "dijamah oleh manusia", supaya "mereka" tetap di awal kalimat, sama seperti di 55:56.

Tafsiran

Ayat ini mengulang kalimat tentang yang menemani penghuni taman, persis seperti di pasangan pertama. Di antara semua perbedaan kata kedua pasangan, mengalir dan memancar, dahan dan warna, menahan pandangan dan terpelihara, kalimat ini tidak berubah. Teksnya tidak menjelaskan mengapa hanya kalimat ini dipertahankan utuh.

Kalimat yang sama juga membawa perubahan di pasangan kedua. Di pasangan pertama penerima taman sudah disebut sejak 55:46, lalu digambarkan bersandar di 55:54, sebelum kalimat ini. Di pasangan kedua kalimat ini menjadi tempat pertama penerima itu ditandai, lewat satu kata ganti di dalam keterangan waktu, "sebelum mereka". Mereka pertama kali muncul sebagai orang-orang yang tidak didahului siapa pun. Pendengar mengenal penghuni taman kedua pertama kali lewat apa yang disiapkan untuk mereka.

Kata kerja di gambaran pasangan kedua pun berupa peniadaan. Pasangan ini menggambarkan taman dengan keadaan dan sifat, dan ketika akhirnya menyebut perbuatan, perbuatan itu tidak pernah terjadi. Di kedua pasangan, yang ditiadakan berupa perbuatan pihak lain, manusia dan jin, terhadap mereka. Keadaan mereka dinyatakan dengan tidak adanya sesuatu, tanpa tambahan sifat baru, dan keadaan itu pun ditanyakan sebagai nikmat di refrain sesudahnya.

Renungan dan Hikmah

  • Di antara banyak perbedaan kata kedua pasangan taman, kalimat ini diulang tanpa perubahan satu kata pun. Dalam hidup kita banyak hal berubah bentuk menurut keadaan: cara bicara, cara bekerja, cara berpakaian. Ada juga hal yang tetap sama di mana pun kita berada, dan kita jarang memperhatikan mana saja yang termasuk di dalamnya. Kalimat yang sama di kedua pasangan memperlihatkan bahwa di tengah gambaran pemberian Allah yang beragam pun, ada bagian yang disebut dengan kata yang tidak berganti.
  • Penerima taman kedua pertama kali ditandai dengan kata "mereka" di dalam keterangan "sebelum mereka". Kehadiran mereka didahului sesuatu yang sudah ada dan terjaga sebelum mereka tiba. Banyak hal dalam hidup kita juga disiapkan sebelum kita datang: keluarga yang menanti kelahiran, rumah yang dibangun orang tua, bumi yang sudah dihamparkan. Berapa banyak dari yang disiapkan Tuhan sebelum kita tiba yang pernah kita sadari?
  • Keadaan mereka di ayat ini dinyatakan dengan kalimat peniadaan: tidak pernah dijamah siapa pun. Kebaikan sering kita bayangkan sebagai sesuatu yang ditambahkan, prestasi atau amal yang terlihat. Ayat ini menyebut keadaan yang berupa sesuatu yang tidak terjadi. Menjaga diri dari sesuatu juga kebaikan, walaupun hasilnya tidak terlihat oleh siapa pun. Apakah kita menghargai kebaikan yang berupa hal-hal yang sengaja tidak kita lakukan?
  • Susunan manusia dan jin dengan "tidak" di antaranya terdengar tiga kali di surah ini: sekali tentang hari ketika dosa tidak ditanyakan (55:39), dan dua kali di taman. Di ketiganya kedua golongan disebut dalam kalimat yang meniadakan: tidak ditanya tentang dosanya, dan tidak pernah menjamah. Pendengar dari kedua golongan, yang disapa refrain, mendengar golongannya sendiri disebut di dalam gambaran pemberian Tuhan, sebagai pihak yang tidak pernah mendahului penghuni taman.
  • Kalimat ini sampai kepada pendengar dua kali, dengan jarak delapan belas ayat. Pengulangan membuat kalimat itu lebih mudah diingat daripada gambaran lain yang hanya disebut sekali. Dari seluruh rincian kedua pasangan taman, pendengar paling mungkin mengingat kalimat ini. Dalam mendidik diri sendiri pun, hal-hal yang kita ulang akhirnya menetap. Pilihan tentang apa yang kita ulang setiap hari ikut menentukan apa yang tersisa dalam ingatan kita tentang nikmat Tuhan.
  • Dalam teks Arabnya manusia dan jin disebut sebagai pelaku, dan terjemahan membalik susunan itu dengan bentuk pasif supaya "mereka" tetap di awal kalimat. Ketika bercerita, kita pun selalu memilih siapa yang disebut lebih dulu, dan pilihan itu memperlihatkan ke mana perhatian kita tertuju. Kalimat terjemahan ini meletakkan pihak yang dijaga di depan, dan pihak yang tidak menjamah di belakang. Dalam cerita kita sendiri tentang pemberian Tuhan, siapa yang biasanya kita sebut lebih dulu, diri kita atau Pemberinya?

Ayat 55:75

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Maka, nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَاfa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaamaka, nikmat Tuhan kalian yang manakah
  2. تُكَذِّبَانِtukadzdzibaaniyang kalian berdua dustakan

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. فَبِأَيِّfa-bi-ayyimaka nikmat yang manakah
  2. آلَاءِaalaa'inikmat-nikmat
  3. رَبِّكُمَاrabbikumaaTuhan kalian berdua
  4. تُكَذِّبَانِtukadzdzibaanikalian berdua dustakan

Inti bacaan

Refrein ke-30 menyusul 55:74, dan pasangan dua ayat itu mengulang utuh separuh akhir 55:56 berikut 55:57. Di pasangan pertama lukisannya masih tentang para pendamping (55:58), sedangkan di sini lukisannya bergeser ke muttaki'iina (55:76).

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini berbunyi (فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ, fa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaa tukadzdzibaani), kemunculan ketiga puluh dari refrain tetap surah ini, dan yang ketujuh dari delapan refrain di pasangan taman kedua. Refrain ini datang sesudah (لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ, lam yathmitshunna insun qablahum), "mereka tidak pernah dijamah oleh manusia sebelum mereka" (55:74).

Dua ayat berurutan ini, 55:74 dan refrainnya, sama kata demi kata dengan separuh akhir 55:56 dan refrain sesudahnya, 55:57. Terjemahannya pun hampir tidak berbeda. Ayat 55:56 ditutup dengan "yang tidak pernah dijamah oleh manusia sebelum mereka dan tidak jin", dan 55:74 berbunyi "Mereka tidak pernah dijamah oleh manusia sebelum mereka dan tidak jin", sehingga pembaca terjemahan juga bisa mengenali pengulangan itu.

Kelanjutan kedua rangkaian itu berbeda. Sesudah 55:57, gambaran masih membicarakan mereka yang menemani penghuni taman: (كَأَنَّهُنَّ الْيَاقُوتُ وَالْمَرْجَانُ, ka-annahunna l-yaaquutu wa-l-marjaanu), "seakan-akan mereka yakut dan marjan" (55:58), dengan kata ganti jamak perempuan yang menunjuk mereka. Sesudah ayat ini, gambaran beralih kepada penghuni taman: (مُتَّكِئِينَ, muttaki'iina), "mereka bersandar" (55:76), kata berbentuk jamak laki-laki. Surah ini tidak lagi menyebut mereka yang menemani penghuni taman sesudah ayat ini. Karena itu refrain ini menutup bagian tentang mereka di pasangan kedua, dan juga di seluruh surah.

Letak refrain ini bisa dibandingkan dengan 55:55. Di pasangan pertama, refrain 55:55 terletak di antara tempat bersandar (55:54) dan mereka yang menemani penghuni taman (55:56). Di pasangan kedua, refrain ini terletak di antara dua bagian yang sama dengan arah sebaliknya, dari yang menemani (55:74) ke tempat bersandar (55:76). Urutan terbalik itu sudah dicatat di 55:62 dan 55:71. Di ayat ini titik baliknya terlihat, karena kedua bagian itu berada tepat sebelum dan sesudah satu refrain.

Dari 55:70 sampai ayat ini, bagian tentang mereka yang menemani penghuni taman memakai tiga ayat gambaran dan tiga refrain, seperti dihitung di 55:71, dan ayat ini refrain ketiga dari tiga itu. Di pasangan pertama bagian yang sama memakai dua ayat gambaran, 55:56 dan 55:58, dengan dua refrain, 55:57 dan 55:59.

Refrain tetap surah ini muncul berulang kali dengan kata rabbikumaa, bentuk dual yang berarti "Tuhan kalian berdua", dan menyapa jin dan manusia bersama. Di ayat ini sapaan itu datang tepat sesudah 55:74 menyebut kedua golongan itu dengan kata (إِنْسٌ, insun) dan (جَانٌّ, jaannun), seperti 55:39 dan 55:56, dan hubungan ketiga ayat itu dengan refrain sudah dicatat di 55:57.

Refrain ini diterjemahkan sama di setiap kemunculan demi konsistensi, seperti dicatat di 55:13. Keseragaman itu membuat pasangan ayat 55:74-75 terbaca sebagai ulangan dari 55:56-57, dan perbedaan kelanjutannya baru terlihat di ayat berikutnya.

Tafsiran

Ayat ini mengulang refrain setelah kalimat yang juga diulang dari pasangan pertama. Pendengar yang mengingat 55:56-57 mendengar dua ayat yang sudah dikenalnya: kalimat bahwa mereka yang menemani penghuni taman tidak pernah dijamah, lalu pertanyaan tentang nikmat. Pengulangan itu menyambungkan kedua pasangan taman. Apa yang dikatakan tentang mereka yang menemani penghuni taman pertama dikatakan juga, dengan kata yang sama, tentang mereka yang menemani penghuni taman kedua, walaupun taman kedua disebut "selain keduanya" di 55:62.

Sesudah pengulangan itu, jalannya berbeda. Di pasangan pertama gambaran masih tinggal pada mereka dan menyamakan mereka dengan yakut dan marjan. Di pasangan kedua gambaran berpindah kepada penghuni taman yang bersandar, dan surah tidak kembali lagi kepada yang menemani mereka. Refrain ini terletak di titik perpindahan itu, sehingga pertanyaan tentang nikmat diajukan sekali lagi sebelum pendengar dibawa kepada gambaran terakhir.

Refrain ini juga menutup urutan yang di pasangan kedua dibalik. Di pasangan pertama tempat bersandar disebut lebih dulu, lalu yang menemani, dengan refrain 55:55 di antaranya. Di pasangan kedua yang menemani disebut lebih dulu, lalu tempat bersandar, dengan refrain ini di antaranya. Kalimat kedua refrain itu sama, dan letaknya berseberangan. Di kedua pasangan, pertanyaan tentang nikmat terletak di antara dua bagian yang sama, apa pun urutan kedua bagian itu.

Renungan dan Hikmah

  • Allah mengulang dua ayat dari pasangan taman pertama tanpa mengubah katanya, dengan jarak delapan belas ayat. Pengulangan itu baru terasa oleh pembaca yang masih mengingat 55:56 ketika sampai di 55:74. Kita sering membaca Al-Qur'an sepotong-sepotong, beberapa ayat sekali duduk, sehingga ulangan semacam ini lewat tanpa dikenali. Membaca satu surah dari awal sampai akhir memberi kesempatan untuk mengenali kalimat yang pernah didengar, lalu melihat ke mana kalimat itu dibawa kali ini.
  • Dua ayat yang sama di dua tempat membawa ke arah yang berbeda. Sesudah 55:57 gambaran berlanjut ke yakut dan marjan, dan sesudah ayat ini gambaran berpindah kepada orang-orang yang bersandar. Dalam hidup, nasihat yang sama sering kita dengar dua kali di masa yang berbeda, dan pada kali kedua nasihat itu membawa kita ke tempat lain. Di surah ini, refrain yang sama di 55:57 dan di ayat ini membawa pendengar ke dua gambaran yang berbeda, dan ayat Tuhan yang sudah kita hafal pun bisa membawa kita ke pemahaman lain ketika dibaca lagi di masa hidup yang berbeda.
  • Refrain ini pertanyaan terakhir surah ini tentang mereka yang menemani penghuni taman, sebab sesudahnya mereka tidak disebut lagi. Dalam hidup, perhatian kita juga berpindah dari urusan ke urusan, dan orang-orang yang menemani kita sering tertinggal di belakang ketika urusan baru datang. Apa yang terakhir kali kita syukuri kepada Tuhan tentang orang-orang terdekat kita, sebelum urusan berikutnya menyita perhatian kita?
  • Di pasangan pertama tempat bersandar disebut sebelum yang menemani, di pasangan kedua sesudahnya, dan di kedua pasangan refrain yang sama terletak di antaranya. Pemberian Tuhan juga datang kepada manusia dengan urutan yang tidak bisa diatur. Ada orang yang lebih dulu mendapat kelapangan lalu teman hidup, dan ada yang lebih dulu mendapat teman lalu kelapangan. Kita mudah menganggap urutan yang kita alami sebagai ukuran, padahal pertanyaan tentang nikmat sama bagi keduanya.
  • Taman kedua disebut "selain keduanya" (55:62), dan pembaca mungkin mengira segala isinya lebih rendah. Tentang mereka yang menemani penghuninya, Allah memakai kalimat yang sama dengan taman pertama, tanpa ada kata yang dikurangi. Orang yang merasa berada di barisan kedua, di keluarga, di tempat kerja, atau di hadapan Tuhannya, sering menyangka seluruh bagiannya ikut berkurang. Susunan ini memperlihatkan bahwa sebagian pemberian diberikan dengan ukuran yang sama kepada barisan pertama dan barisan kedua.
  • Pemberian yang digambarkan di 55:56 sudah ditanyakan di 55:57, lalu ditanyakan lagi di ayat ini dengan kata yang sama. Kita biasanya mensyukuri pemberian yang baru datang, sedangkan pemberian lama dianggap sudah beres disyukuri sekali. Allah menanyakan pemberian yang sama dua kali, dan cara itu mengingatkan bahwa nikmat yang sudah lama kita terima masih bisa didustakan hari ini, misalnya ketika kita berhenti menganggapnya pemberian.