فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka, nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَاfa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaamaka, nikmat Tuhan kalian yang manakah
- تُكَذِّبَانِtukadzdzibaaniyang kalian berdua dustakan
Terjemahan per kata (4 kata)
- فَبِأَيِّfa-bi-ayyimaka nikmat yang manakah
- آلَاءِaalaa'inikmat-nikmat
- رَبِّكُمَاrabbikumaaTuhan kalian berdua
- تُكَذِّبَانِtukadzdzibaanikalian berdua dustakan
Inti bacaan
Refrein kedua puluh delapan, sesudah sosok pendamping pertama: 'maka nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?', untuk pertama kalinya di rangkaian kebun susulan menyusul makhluk berpribadi, dengan redaksi yang tetap tidak digubah.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini berbunyi (فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ, fa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaa tukadzdzibaani), kemunculan kedua puluh delapan dari refrain tetap surah ini, dan yang kelima dari delapan refrain di pasangan taman kedua. Refrain ini datang sesudah (خَيْرَاتٌ حِسَانٌ, khayraatun hisaanun), "yang baik lagi jelita" (55:70).
Empat refrain pertama di pasangan kedua datang sesudah benda dan keadaan: dua taman di 55:62, warna di 55:64, mata air di 55:66, dan buah di 55:68. Refrain ini yang pertama di pasangan kedua yang datang sesudah pribadi. Tiga refrain berturut-turut, di ayat ini, 55:73, dan 55:75, menyusul gambaran yang menemani penghuni taman, dan baru refrain terakhir, 55:77, kembali menyusul benda, tempat bersandar di 55:76.
Di pasangan pertama gambaran yang sama memakai dua ayat. Ayat 55:56 memuat (قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ, qaashiraatu th-tharfi), "yang menahan pandangannya", sekaligus kalimat bahwa mereka tidak pernah dijamah, dan 55:58 memuat perumpamaan (كَأَنَّهُنَّ الْيَاقُوتُ وَالْمَرْجَانُ, ka-annahunna l-yaaquutu wa-l-marjaanu), "seakan-akan mereka yakut dan marjan". Keduanya disusul refrain, di 55:57 dan 55:59. Di pasangan kedua gambaran itu dibagi menjadi tiga ayat, 55:70, 55:72, dan 55:74, dan masing-masing disusul refrain.
Bagian ini juga datang lebih awal di pasangan kedua. Di pasangan pertama refrain pertama yang menyusul pribadi berada di 55:57, refrain keenam dari delapan di pasangan itu, sesudah lima ayat gambaran tentang taman, dahan, air, buah, dan tempat bersandar. Di pasangan kedua bagian ini datang di refrain kelima, sesudah empat ayat gambaran. Tempat bersandar, yang di pasangan pertama disebut sebelum pribadi di 55:54, di pasangan kedua baru disebut sesudahnya, di 55:76.
Pembagian itu terlihat juga pada jumlah kata. Menurut hitungan di 55:63, delapan ayat gambaran pasangan pertama memuat empat puluh satu kata, dan delapan ayat gambaran pasangan kedua tiga puluh kata. Gambaran yang menemani penghuni taman memakai dua belas kata di pasangan pertama, sembilan di 55:56 dan tiga di 55:58. Di pasangan kedua gambaran itu memakai tiga belas kata: tiga di 55:70, empat di 55:72, dan enam di 55:74. Pasangan kedua lebih ringkas secara keseluruhan, tetapi memberi bagian ini lebih banyak kata dan lebih banyak ayat.
Refrain tetap surah ini muncul berulang kali dengan kata rabbikumaa, bentuk dual yang berarti "Tuhan kalian berdua", dan menyapa jin dan manusia bersama. Kedua golongan itu nanti disebut juga di 55:74 sebagai pihak yang tidak pernah menjamah, (إِنْسٌ, insun) dan (جَانٌّ, jaannun), seperti di 55:56.
Refrain ini diterjemahkan sama di setiap kemunculan demi konsistensi, seperti dicatat di 55:13, sehingga pembaca bisa mengenali bahwa pertanyaan yang diajukan sesudah pribadi tidak berbeda dari pertanyaan yang diajukan sesudah benda.
Tafsiran
Ayat ini mengulang refrain setelah gambaran pertama tentang yang menemani penghuni taman kedua. Sampai di sini, nikmat yang ditanyakan di pasangan kedua berupa benda dan keadaan. Mulai di sini yang ditanyakan termasuk pribadi yang disifati baik dan jelita. Kalimat refrainnya tidak berubah. Nikmat berupa teman ditanyakan dengan kata yang sama seperti nikmat berupa air dan buah.
Pasangan kedua, yang ringkas di bagian lain, memberi bagian ini tiga ayat dan tiga refrain. Setiap bagian gambaran mendapat pertanyaannya sendiri: baik lagi jelita di 55:70, bidadari yang terpelihara di 55:72, dan tidak pernah dijamah di 55:74. Di pasangan pertama sifat mereka dan kalimat bahwa mereka tidak pernah dijamah disebut dalam satu ayat, 55:56, dengan satu refrain sesudahnya. Mengapa pasangan kedua memisahkannya tidak dijelaskan teksnya. Akibatnya bisa dilihat: pendengar ditanya lebih sering tentang bagian ini daripada tentang bagian lain di pasangan kedua.
Refrain ini juga tidak menyebut siapa yang ditemani. Penerima taman kedua belum disebut sampai di sini, dan baru ditandai dengan kata ganti di 55:74. Pertanyaan tentang nikmat berupa teman diajukan kepada semua pendengar sebelum dinyatakan siapa yang akan menerimanya.
Renungan dan Hikmah
- Refrain ini menanyakan nikmat berupa teman dengan kalimat yang sama seperti nikmat berupa air dan buah. Kita biasanya memisahkan keduanya: benda disyukuri sebagai pemberian, sedangkan orang dianggap hadir karena pilihan atau kebetulan. Susunan ini menempatkan keduanya dalam satu pertanyaan. Kehadiran orang yang baik dalam hidup kita, menurut susunan itu, juga nikmat dari Tuhan yang bisa didustakan. Mendustakannya bisa berupa hal kecil, misalnya menganggap kehadiran mereka biasa saja dan lupa bahwa ada Pemberi di baliknya.
- Pasangan kedua membagi gambaran yang menemani penghuni taman menjadi tiga ayat, dan setiap ayat disusul pertanyaan. Pendengar tidak dibiarkan mendengar seluruh gambaran sekaligus lalu ditanya sekali di akhir. Kebiasaan yang sama bisa kita pakai terhadap orang-orang di sekitar kita: mensyukuri tiap kebaikan mereka satu per satu, tidak hanya menyimpulkan secara umum bahwa mereka baik. Menyebut kebaikan seseorang satu per satu menuntut perhatian yang lebih lama daripada menyebutnya sekaligus. Allah menanyakan tiap bagian itu satu per satu.
- Pasangan kedua lebih ringkas daripada pasangan pertama, tetapi memberi bagian tentang teman lebih banyak kata. Susunan ini memperlihatkan bahwa dalam gambaran yang dipadatkan pun, bagian ini tidak ikut dipersingkat. Dalam hidup yang sibuk, kita sering memangkas waktu untuk orang lebih dulu daripada waktu untuk urusan, karena orang-orang terdekat jarang menagih waktu itu. Apa yang biasanya kita pangkas lebih dulu ketika hari terasa sempit?
- Pertanyaan tentang nikmat berupa teman diajukan sebelum penerima taman kedua ditandai. Pendengar ditanya tentang kebaikan yang belum pasti menjadi bagiannya, dan yang belum tahu apakah ia termasuk penerimanya tetap ditanya dengan pertanyaan yang sama. Menghargai kebaikan orang lain tidak harus menunggu sampai kita tahu apakah kebaikan itu ditujukan kepada kita. Kita bisa mengakuinya sebagai pemberian Tuhan kepada siapa pun yang menerimanya.
- Jin dan manusia disapa refrain ini, dan kedua golongan itu nanti disebut di 55:74 sebagai pihak yang tidak pernah menjamah. Pihak yang ditanya tentang nikmat ini sama dengan pihak yang disebut dalam gambarannya. Pendengar tidak berdiri di luar gambaran itu sebagai penonton, karena golongannya sendiri disebut di dalamnya. Pertanyaan tentang nikmat Tuhan kalian berdua menyangkut mereka sebagai pihak yang terlibat.
- Setelah dua puluh delapan kali, refrain terdengar sama persis, padahal yang mendahuluinya sudah berpindah dari langit dan bumi, ke api, ke taman, dan kini ke teman. Kita cenderung mengubah cara bersyukur menurut besar kecilnya pemberian, dan mudah lupa pada pemberian yang terasa kecil. Kalimat yang tidak berubah ini memperlihatkan bahwa setiap pemberian, dari yang paling jauh sampai yang paling dekat, ditanyakan dengan pertanyaan yang sama tentang nikmat Tuhan.