فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Maka, nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَاfa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaamaka, nikmat Tuhan kalian yang manakah
  2. تُكَذِّبَانِtukadzdzibaaniyang kalian berdua dustakan

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. فَبِأَيِّfa-bi-ayyimaka nikmat yang manakah
  2. آلَاءِaalaa'inikmat-nikmat
  3. رَبِّكُمَاrabbikumaaTuhan kalian berdua
  4. تُكَذِّبَانِtukadzdzibaanikalian berdua dustakan

Inti bacaan

Refrein kedua puluh empat, sesudah dua taman lagi disebut: 'maka nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?', pasangan susulan itu langsung diiringi pertanyaan serupa sejak ayat pembukanya, sebelum satu ciri pun darinya dirinci.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini berbunyi (فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ, fa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaa tukadzdzibaani), kemunculan kedua puluh empat dari refrain tetap surah ini, yang muncul berulang kali dan diterjemahkan sama persis setiap kemunculan demi konsistensi (lih. 55:13). Di pasangan taman kedua, refrain ini yang pertama, dan datang sesudah 55:62 yang membuka pasangan itu. Bentuk dual pada rabbikumaa, "Tuhan kalian berdua", tetap menyapa jin dan manusia bersama.

Kedua pasangan taman disusun dengan ukuran yang sama. Pasangan pertama, dari 55:46 sampai 55:61, terdiri dari enam belas ayat, delapan gambaran dan delapan refrain. Pasangan kedua, dari 55:62 sampai 55:77, juga enam belas ayat, delapan gambaran dan delapan refrain. Refrain pertamanya pun datang di tempat yang sejajar, langsung sesudah ayat yang menyebut (جَنَّتَانِ, jannataani), seperti 55:47 sesudah 55:46.

Ukuran yang sama itu berlaku untuk jumlah ayat, tidak untuk jumlah kata. Delapan ayat gambaran di pasangan pertama memuat empat puluh satu kata, dari dua kata di 55:48 sampai sembilan kata di 55:54 dan 55:56. Delapan ayat gambaran di pasangan kedua memuat tiga puluh kata, dan yang terpanjang enam kata, di 55:74 dan 55:76. Gambaran pasangan kedua lebih ringkas sekitar seperempat, sedangkan refrainnya tetap empat kata setiap kali.

Dari tiga puluh satu refrain surah ini, enam belas berada di dua pasangan taman. Delapan berada di antara 55:13 dan 55:30, di ayat-ayat tentang ciptaan dan pemberian, dan tujuh di antara 55:31 dan 55:45, di ayat-ayat peringatan. Sesudah ayat ini, refrain masih muncul tujuh kali lagi, dari 55:65 sampai 55:77. Surah ditutup oleh 55:78, yang tidak berupa refrain, sehingga refrain terakhir surah, di 55:77, sekaligus menjadi refrain terakhir pasangan taman kedua.

Di 55:62 dan ayat ini bentuk dual dipakai tiga kali untuk tiga pasangan yang berbeda. Kata ganti di ujung (دُونِهِمَا, duunihimaa) menunjuk pasangan taman pertama, jannataani menunjuk pasangan taman kedua, dan kata ganti di ujung rabbikumaa menunjuk jin dan manusia. Hubungan antara dual taman dan dual pendengar sudah dicatat di 55:49. Di sini tiga dual itu bertumpuk dalam dua ayat pendek.

Ayat yang mendahului refrain ini menyebut adanya dua taman lagi tanpa sifat apa pun. Nikmat yang ditanyakan, (آلَاءِ, aalaa'i), sampai ayat ini belum dirinci, dan rinciannya baru dimulai di 55:64. Refrain yang lain di pasangan kedua datang sesudah ayat yang menyebut sifat taman: warnanya, mata airnya, buahnya, penghuninya, dan tempat bersandarnya.

Tafsiran

Ayat ini mengulang refrain setelah pengenalan taman kedua. Pendengar baru saja menerima penutup pasangan pertama, yaitu pertanyaan tentang balasan kebaikan dan refrain sesudahnya. Kalau surah berhenti di sana, gambaran taman sudah terasa lengkap, karena pertanyaan tentang balasan terdengar seperti kesimpulan. Ayat 55:62 membuka putaran baru, dan refrain ini memperbarui pertanyaannya di awal putaran itu, sebelum satu sifat pun dari taman baru disebut.

Jumlah refrain yang sama untuk kedua pasangan bisa dibaca sebagai tanda bahwa pasangan kedua tidak diperlakukan sebagai tambahan kecil. Pasangan kedua diberi ruang yang sama, enam belas ayat, dan pertanyaan yang sama banyaknya, walaupun ayat-ayat gambarannya lebih ringkas. Apa pun kedudukannya dibanding pasangan pertama, setiap nikmat di dalamnya ditanyakan dengan kesungguhan yang sama.

Pembagian refrain di seluruh surah juga memperlihatkan arah pembicaraannya. Enam belas dari tiga puluh satu pertanyaan diajukan di tengah gambaran taman, dan tujuh di tengah peringatan. Surah yang menyapa jin dan manusia ini memberikan porsi terbesar pertanyaannya kepada kabar gembira, dan pertanyaan tentang nikmat Tuhan kalian berdua paling sering diajukan ketika yang digambarkan adalah balasan dari-Nya.

Renungan dan Hikmah

  • Pemberian kedua sering dihargai lebih rendah daripada yang pertama. Hadiah pertama disambut dengan gembira, hadiah berikutnya diterima sebagai hal biasa, dan lama-lama tidak lagi diperhatikan. Surah ini memberi pasangan taman kedua pertanyaan yang sama banyaknya dengan pasangan pertama. Pembaca yang sudah terbiasa dengan nikmat tertentu, seperti kesehatan, keluarga, atau pekerjaan, diajak memperlakukan nikmat yang datang kemudian dengan perhatian yang sama seperti ketika Allah pertama kali memberikannya.
  • Sebagian orang membayangkan agama terutama sebagai daftar ancaman. Surah ini mengajukan lebih dari separuh pertanyaannya di tengah gambaran taman, dan kurang dari seperempatnya di tengah peringatan. Rasa takut kepada Tuhan punya tempat, tetapi Ar-Rahman lebih banyak berbicara tentang apa yang disiapkan Allah bagi hamba-hamba-Nya. Orang yang mendekati Tuhannya lewat rasa takut saja akan kehilangan separuh gambaran yang ditawarkan surah ini.
  • Orang sering berhenti membaca ketika merasa sudah menangkap intinya. Pendengar yang berhenti sesudah 55:61, ketika pasangan taman pertama sudah ditutup dengan pertanyaan tentang balasan, tidak akan mendengar pasangan kedua. Surah ini masih menyimpan tujuh belas ayat lagi sesudah titik yang terasa seperti penutup. Kalam Allah tidak selalu memberi tanda bahwa bagian terpentingnya sudah lewat, sehingga pembaca yang sabar sampai akhir mendapat lebih banyak daripada yang tergesa-gesa.
  • Refrain ini kemunculan yang kedua puluh empat. Sesudah dua puluh tiga kali, pembaca yang membaca surah dari awal mungkin mulai melewati refrain tanpa memperhatikannya, karena bunyinya sudah sangat dikenal. Kalimat yang paling sering didengar paling mudah tidak lagi didengar. Setiap kemunculan tetap datang sesudah nikmat yang berbeda, dan pembaca bisa mencoba membacanya seakan-akan baru pertama kali mendengarnya: nikmat mana dari Tuhanku yang sedang kudustakan hari ini?
  • Surah ini bergerak dari ciptaan, ke peringatan, lalu ke dua pasangan taman, dan di setiap bagiannya refrain menyebut Tuhan yang sama. Hidup seseorang juga terbagi dalam masa-masa yang sangat berbeda, masa lapang dan masa sempit, masa sehat dan masa sakit. Orang mudah mengira bahwa masa yang sulit tidak berisi pemberian apa pun. Refrain yang tidak berubah dari bagian ke bagian mengingatkan bahwa Pemberinya tetap satu, dan pemberian-Nya ada di setiap masa.
  • Awal sesuatu yang baru biasanya diisi rencana dan harapan. Refrain ini diletakkan di awal pasangan taman kedua, sebelum sifat taman itu disebut. Orang yang memulai pekerjaan baru, rumah tangga baru, atau tempat tinggal baru bisa memulainya dengan mengakui bahwa pintu itu terbuka karena pemberian Tuhan, sebelum ia tahu apa saja isinya. Pengakuan di awal membuat orang lebih siap mensyukuri isinya satu per satu ketika semuanya mulai tampak.