وَمِنْ دُونِهِمَا جَنَّتَانِ

Dan selain keduanya ada dua taman,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَمِنْ دُونِهِمَاwa-min duunihimaadan selain keduanya
  2. جَنَّتَانِjannataaniada dua taman

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. وَمِنْwa-mindan dari
  2. دُونِهِمَاduunihimaaselain keduanya
  3. جَنَّتَانِjannataanidua taman

Inti bacaan

Kelimpahan tambahan yang tak terduga: 'dan selain keduanya ada dua taman', penegasan bahwa anugerah tidak berhenti pada batas yang sudah disebutkan, dorongan untuk tidak membatasi ekspektasi terhadap kemurahan yang jauh melampaui perkiraan.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini berbunyi (وَمِنْ دُونِهِمَا جَنَّتَانِ, wa-min duunihimaa jannataani), "dan selain keduanya ada dua taman". Kata ganti dual pada (دُونِهِمَا, duunihimaa), "keduanya", merujuk ke dua taman di 55:46, enam belas ayat sebelumnya, dan (جَنَّتَانِ, jannataani) membuka pasangan taman yang baru. Kata jannataani menutup 55:46 dan menutup ayat ini dalam bentuk yang sama, dual dengan akhiran -aani. Kalimat ini tidak memuat kata kerja, dan kata "ada" di terjemahan ditambahkan supaya kalimatnya utuh dalam bahasa Indonesia, sama seperti di 55:46.

Bentuk dual kata taman dipakai di tujuh ayat. Tiga di antaranya di surah ini: 55:46 dan ayat ini dengan jannataani, dan 55:54 dengan (الْجَنَّتَيْنِ, l-jannatayni), "kedua taman", yang buahnya dekat. Empat lainnya tentang kebun di dunia: dua di 18:32 dan 18:33, tentang kebun milik seorang laki-laki, dan dua di 34:15 dan 34:16, tentang kebun negeri Saba'. Di ketujuh ayat itu kata dualnya selalu merujuk ke sepasang kebun tertentu yang sudah atau sedang diperkenalkan.

Susunan (مِنْ دُونِ اللَّهِ, min duuni llaahi), "selain Allah", adalah pemakaian yang paling sering dari kata duun, yang lemanya tercatat di 142 ayat. Pemakaian itu menjadi dasar terjemahan menulis "selain" di ayat ini. Kata yang sama juga menunjuk letak dan tingkatan. Di 18:93, susunan (مِنْ دُونِهِمَا, min duunihimaa), sama dengan ayat ini, diterjemahkan "di balik keduanya", tentang kaum yang ditemui di balik dua pembatas. Di 7:168, (دُونَ ذَٰلِكَ, duuna dzaalika) dipakai untuk tingkatan: "di antara mereka ada yang saleh, dan ada yang tidak demikian", dan 72:11 memakai susunan yang sama.

Karena itu min duunihimaa di ayat ini bisa dibaca dengan tiga cara: selain kedua taman itu, di balik letaknya, atau di bawah tingkatannya. Ayat-ayat sesudahnya tidak memilih salah satu. Terjemahan memakai "selain" karena kata itu tidak memutuskan hal yang tidak diputuskan teks, dan 4:48 juga memakai "selain" untuk duuna dzaalika, "yang selain itu".

Pasangan kedua digambarkan dengan kata-kata yang sejajar dengan pasangan pertama, tetapi tidak sama. Mata air di pasangan pertama (تَجْرِيَانِ, tajriyaani), "mengalir" (55:50), dan di pasangan kedua (نَضَّاخَتَانِ, nadhdhaakhataani), "memancar deras" (55:66). Buah di pasangan pertama disebut (مِنْ كُلِّ فَاكِهَةٍ زَوْجَانِ, min kulli faakihatin zawjaani), "dari setiap buah, ada sepasang" (55:52), dan di pasangan kedua disebut jenisnya, (فَاكِهَةٌ وَنَخْلٌ وَرُمَّانٌ, faakihatun wa-nakhlun wa-rummaanun), "buah-buahan, pohon kurma, dan delima" (55:68). Tempat bersandar di pasangan pertama adalah kasur-kasur berlapis (إِسْتَبْرَقٍ, istabraqin), "sutra tebal" (55:54), dan di pasangan kedua (رَفْرَفٍ خُضْرٍ, rafrafin khudhrin), "bantal-bantal hijau" (55:76).

Tafsiran

Ayat ini memperkenalkan sepasang taman kedua, terpisah dari taman pertama yang telah disebutkan. Unsur gambarannya sama dengan pasangan pertama: mata air, buah, tempat bersandar, dan yang menemani penghuni taman. Urutannya bergeser di satu tempat. Di pasangan pertama, tempat bersandar (55:54) disebut sebelum yang menemani (55:56); di pasangan kedua, yang menemani (55:70 sampai 55:74) disebut lebih dulu, dan tempat bersandar (55:76) menjadi gambaran terakhir.

Mana yang lebih tinggi dari kedua pasangan itu tidak dinyatakan. Perbedaan kata-kata di antara keduanya bisa dibaca sebagai tingkatan, bisa juga sebagai keragaman, dan ayat-ayatnya tidak memilih. Untuk siapa pasangan kedua disiapkan juga tidak disebut. Pasangan pertama diberi penerima yang jelas di 55:46, siapa yang takut akan kedudukan Tuhannya, sedangkan pasangan kedua datang tanpa kalimat semacam itu. Menetapkan penerimanya berarti mengisi sesuatu yang dibiarkan kosong.

Dua pasang kebun di dunia yang disebut dengan bentuk dual yang sama, milik seorang laki-laki di 18:32 dan milik negeri Saba' di 34:15, berakhir binasa atau berganti menjadi kebun yang berbuah pahit (18:42, 34:16). Dua pasang taman di surah ini digambarkan tanpa akhir semacam itu.

Renungan dan Hikmah

  • Sesudah pertanyaan tentang balasan kebaikan dan refrain penutupnya, pendengar bisa mengira gambaran taman sudah selesai. Ayat ini membuka pasangan yang baru dengan tiga kata. Orang sering mengukur pemberian Tuhan dengan batas yang pernah dilihatnya sendiri, lalu mengira batas itu adalah ujungnya. Susunan surah ini memperlihatkan bahwa pemberian Allah berlanjut tepat ketika pendengar mengira semuanya sudah disebut. Harapan yang dibatasi pengalaman sendiri lebih sempit daripada yang dijanjikan.
  • Kalau pasangan kedua memang lebih rendah, pembaca mungkin tergoda membandingkan siapa yang akan mendapat pasangan pertama dan siapa yang kedua. Kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain sudah cukup melelahkan di dunia, dalam soal rumah, gaji, dan jabatan. Tingkatan kedua pasangan tidak disebut, dan keduanya sama-sama disusul pertanyaan tentang nikmat Tuhan kalian berdua. Orang yang sibuk membandingkan bagiannya dengan bagian orang lain bisa lupa mensyukuri bagiannya sendiri.
  • Orang kadang dengan mudah menempatkan orang lain di tempat tertentu: yang ini pasti masuk taman, yang itu pasti tidak. Untuk siapa pasangan kedua disiapkan tidak disebut, dan tidak ada yang berhak mengisinya. Keputusan tentang tempat seseorang ada di tangan Allah, dan kabar yang diberikan-Nya tidak menyertakan daftar nama. Pembaca yang menahan diri dari menetapkan nasib orang lain sedang mengikuti batas yang dibiarkan terbuka oleh ayat ini.
  • Pemilik dua kebun di 18:32 dan penduduk Saba' di 34:15 sama-sama pernah menikmati kebun yang subur. Kebun yang pertama binasa sesudah pemiliknya membanggakan diri, dan kebun Saba' berganti sesudah penduduknya berpaling dari seruan untuk bersyukur kepada Tuhan mereka. Orang yang sedang menikmati hasil jerih payahnya, rumah, usaha, atau kebun, bisa bertanya kepada dirinya: apakah ia masih ingat dari siapa semua itu datang? Kesuburan kedua kebun itu berakhir di dunia juga, sedangkan dua taman di ayat ini disebut dalam rangkaian sesudah hari yang digambarkan di 55:39-41.
  • Kata ganti "keduanya" di ayat ini merujuk ke taman yang disebut enam belas ayat sebelumnya. Pendengar yang sudah lupa pada 55:46 tidak akan tahu apa yang dimaksud. Membaca Al-Qur'an dengan sungguh-sungguh menuntut ingatan atas apa yang sudah dibaca, tidak sekadar perhatian pada ayat yang sedang dibaca. Kalam Allah tersusun sebagai satu kesatuan, dan maknanya lebih terbuka bagi pembaca yang membawa ayat-ayat sebelumnya bersamanya.
  • Pelajaran yang penting jarang disampaikan sekali. Guru yang baik mengulang pelajarannya dengan contoh yang sedikit berbeda, supaya murid yang terlewat pada kali pertama mendapat kesempatan kedua. Pasangan taman kedua disusun dengan urutan yang hampir sama dengan pasangan pertama, dengan kata-kata yang berbeda. Allah mengulang kabar gembira-Nya dalam bentuk baru, dan pembaca yang belum tersentuh oleh gambaran pertama bisa tersentuh oleh gambaran kedua.