فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka, nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَاfa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaamaka, nikmat Tuhan kalian yang manakah
- تُكَذِّبَانِtukadzdzibaaniyang kalian berdua dustakan
Terjemahan per kata (4 kata)
- فَبِأَيِّfa-bi-ayyimaka nikmat yang manakah
- آلَاءِaalaa'inikmat-nikmat
- رَبِّكُمَاrabbikumaaTuhan kalian berdua
- تُكَذِّبَانِtukadzdzibaanikalian berdua dustakan
Inti bacaan
Refrein kedelapan belas setelah penyebutan mata air: 'maka nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?', kini menyoroti sumber air abadi sebagai nikmat spesifik yang layak direnungkan.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini berbunyi (فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ, fa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaa tukadzdzibaani), kemunculan kedelapan belas dari refrain tetap surah ini, yang muncul berulang kali dan diterjemahkan sama persis setiap kemunculan demi konsistensi. Kata ganti dual (كُمَا, -kumaa) pada (رَبِّكُمَا, rabbikumaa) berarti "Tuhan kalian berdua", menyapa jin dan manusia bersama. Ayat ini refrain ketiga dari delapan di pasangan taman pertama, dan datang sesudah dua mata air di 55:50 dan sebelum buah-buahan di 55:52.
Kedua ayat yang mengapitnya dibuka dengan kata yang sama, (فِيهِمَا, fiihimaa), "di dalam keduanya". Di surah ini kata itu dipakai empat kali, di 55:50, 55:52, 55:66, dan 55:68, dua kali untuk tiap pasangan taman. Di pasangan pertama dua kemunculannya mengapit ayat ini, dan di pasangan kedua 55:66 dan 55:68 mengapit 55:67. Sesudah itu kata ganti untuk isi taman berganti menjadi jamak perempuan, (فِيهِنَّ, fiihinna), "di dalamnya", di 55:56 dan 55:70.
Air sudah beberapa kali disebut tepat sebelum refrain. Di 55:20 dua laut dibatasi pembatas, di 55:22 mutiara dan marjan keluar dari keduanya, di 55:24 kapal-kapal berlayar di laut, dan di 55:44 para pendosa berkeliling di antara neraka dan (حَمِيمٍ آنٍ, hamiimin aanin), "air mendidih yang sangat panas". Ayat ini refrain kelima yang datang sesudah air disebut, dan yang pertama sesudah air di dalam taman. Pola ini terulang di 55:67, sesudah dua mata air yang memancar di 55:66.
Air mendidih di 55:44 dan mata air di 55:50 berjarak enam ayat. Kata (آنٍ, aanin), "sangat panas", di 55:44 berasal dari akar ء-ن-ي, akar yang juga dipakai di 88:5 untuk mata air di neraka: (تُسْقَىٰ مِنْ عَيْنٍ آنِيَةٍ, tusqaa min 'aynin aaniyatin), "diberi minum dari mata air yang mendidih". Tujuh ayat kemudian, 88:12 menyebut (عَيْنٌ جَارِيَةٌ, 'aynun jaariyatun), "mata air yang mengalir", dengan akar yang sama dengan tajriyaani di 55:50. Surah Al-Ghasyiyah memakai kata 'ayn untuk kedua mata air itu, dan kedua kata sifatnya berasal dari akar yang sama dengan dua kata di 55:44 dan 55:50.
Kata ganti dual pada rabbikumaa dan tukadzdzibaani menyapa dua golongan pendengar yang sama sesudah kedua air itu, di 55:45 dan di ayat ini. Bunyi refrain tidak berubah, sementara yang mendahuluinya berpindah dari air di bagian api ke air di bagian taman. Terjemahan menulis (حَمِيمٍ, hamiimin) sebagai "air mendidih" di 55:44 dan di 47:15, sehingga pembaca bisa mengenali kata yang sama di kedua ayat.
Dari 55:46 sampai 55:52, ayat-ayat yang diselingi refrain berisi dua sampai lima kata, sementara refrain sendiri empat kata. Di 55:48 dan 55:50 refrain lebih panjang daripada rincian yang mendahuluinya. Pendengar menerima rincian taman sedikit demi sedikit, dan tiap rincian yang pendek itu disusul pertanyaan yang sama. Pola itu berakhir di 55:54, ayat sembilan kata yang pertama kali menyebut penghuni taman.
Tafsiran
Ayat ini mengulang refrain setelah gambaran dua mata air yang mengalir. Enam ayat sebelumnya, di 55:45, refrain yang sama datang sesudah air mendidih yang sangat panas, tempat para pendosa berkeliling. Dalam jarak sependek itu surah ini memperdengarkan dua air yang berlawanan, dan sesudah masing-masing diajukan pertanyaan yang sama.
Al-Qur'an menjajarkan dua air seperti itu di surah lain. Surah Al-Ghasyiyah menyebut mata air yang mendidih bagi wajah-wajah yang tertunduk (88:2-5), lalu mata air yang mengalir di taman yang tinggi (88:8-12). Ayat 47:15 membandingkan penghuni taman yang mempunyai sungai-sungai berair tidak payau dengan orang yang (وَسُقُوا مَاءً حَمِيمًا, wa-suquu maa'an hamiiman), "diberi minuman dengan air yang mendidih", lalu bertanya apakah keduanya sama.
Surah Ar-Rahman tidak membandingkan kedua air itu dalam satu kalimat. Air mendidih disebut di bagian api, mata air di bagian taman, dan yang menghubungkan keduanya refrain yang diulang tanpa perubahan. Pendengar mendengar dua kabar tentang air dari Tuhan yang sama, lalu ditanya dengan kalimat yang sama. Perbandingan yang di 47:15 diajukan sebagai pertanyaan, di surah ini diserahkan kepada pendengar yang baru saja mendengar keduanya.
Renungan dan Hikmah
- Dalam enam ayat pembaca dibawa dari air mendidih ke mata air yang mengalir. Kedua gambaran itu datang dari Tuhan yang sama dan disusul pertanyaan yang sama. Orang cenderung memilih kabar yang menyenangkan dan melewati kabar yang menakutkan, padahal surah ini meletakkan keduanya berdekatan dan menanyakan hal yang sama sesudah masing-masing. Membaca keduanya dengan sama seriusnya berarti menerima surah ini sebagaimana disusun, tanpa memilih bagian yang enak didengar saja.
- Surah Ar-Rahman menyebut dua air tanpa menjajarkannya dalam satu kalimat, sedangkan Al-Ghasyiyah dan 47:15 menjajarkannya. Pembaca yang membaca Al-Qur'an sebagai satu kitab akan menemukan bahwa satu ayat sering dijelaskan oleh ayat lain, tanpa perlu keterangan dari luar. Kebiasaan itu mengubah cara membaca: pertanyaan yang muncul di satu surah dibawa ke surah lain, dan firman-Nya sendiri yang menjawab. Pembacaan seperti itu lebih lambat, tetapi setiap jawabannya bisa ditunjuk di halaman yang sama.
- Ayat 47:15 ditutup dengan pertanyaan: apakah penghuni taman itu sama dengan orang yang kekal dalam api dan diberi minum air mendidih? Jawabannya sudah jelas bagi siapa pun yang mendengarnya. Meski begitu, Al-Qur'an tetap mengajukannya sebagai pertanyaan, dan pembaca diberi kesempatan mengucapkan jawabannya sendiri. Orang yang tahu jawabannya belum tentu hidup sesuai dengan jawaban itu. Refrain Ar-Rahman bertanya dengan cara yang serupa, kepada pendengar yang tahu bahwa nikmatnya datang dari Tuhan mereka.
- Sampai ayat ini surah Ar-Rahman sudah menyebut air dalam lima wujud: dua laut yang berbatas, mutiara dan marjan dari keduanya, kapal-kapal di laut, air mendidih, dan mata air di taman. Sesudah tiap wujud itu diajukan pertanyaan yang sama. Hidup sehari-hari pun bersentuhan dengan air dalam banyak wujud: air minum, hujan, sungai tempat mencari nafkah, dan laut yang dilayari. Refrain mengajak pembaca bertanya tentang tiap wujud itu sebagai pemberian Tuhannya, termasuk yang terlalu biasa untuk diperhatikan.
- Di 17:57 disebutkan orang-orang yang mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya. Harapan dan takut disebut bersama di sana, dan surah ini menyusun kabarnya dengan cara yang serupa: air mendidih lalu mata air, dengan jarak enam ayat. Ancaman tanpa janji mudah membuat orang putus asa, dan janji tanpa ancaman mudah membuatnya lengah. Pendengar Ar-Rahman menerima keduanya dalam satu bacaan, dan pertanyaan yang sama menyertai masing-masing.
- Kedua air itu diberikan kepada dua kelompok: para pendosa di 55:41-44 dan orang yang takut akan kedudukan Tuhannya di 55:46. Refrain di antaranya tidak memberi tahu pendengar kelompok mana yang akan menjadi tempatnya. Orang sering ingin tahu lebih dulu ke mana dirinya akan berakhir, sedangkan surah ini bertanya tentang nikmat yang sedang diterima. Kata kerja mendustakan di refrain juga dipakai untuk para pendosa di 55:43, sehingga jawaban atas pertanyaan ini tidak terlepas dari kedua kelompok itu.