فَيَوْمَئِذٍ لَا يُسْأَلُ عَنْ ذَنْبِهِ إِنْسٌ وَلَا جَانٌّ
Maka, pada hari itu, tidak ditanya tentang dosanya seorang manusia pun dan tidak jin,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَيَوْمَئِذٍfa-yawma'idzinmaka, pada hari itu
- لَا يُسْأَلُ عَنْ ذَنْبِهِ إِنْسٌ وَلَا جَانٌّlaa yus'alu 'an dzanbihi insun wa-laa jaannuntidak ditanya tentang dosanya seorang manusia pun dan tidak jin
Terjemahan per kata (8 kata)
- فَيَوْمَئِذٍfa-yawma'idzinmaka pada hari itu
- لَاlaatidak
- يُسْأَلُyus'aluditanya
- عَنْ'andari
- ذَنْبِهِdzanbihidosanya
- إِنْسٌinsunmanusia
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- جَانٌّjaannunjin
Inti bacaan
Modus penghakiman berdasarkan bukti kasat mata: 'pada hari itu, tidak ditanya tentang dosanya seorang manusia pun dan tidak pula jin', pengakuan bahwa pada titik tertentu, identitas pendosa sudah nyata tanpa perlu interogasi verbal, konsekuensi hidup meninggalkan tanda yang tak bisa disembunyikan.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini berbunyi (فَيَوْمَئِذٍ لَا يُسْأَلُ عَنْ ذَنْبِهِ إِنْسٌ وَلَا جَانٌّ, fa-yawma'idzin laa yus'alu 'an dzanbihi insun wa-laa jaannun). Ayat ini menyelesaikan kalimat yang dibuka 55:37 dengan "maka apabila", sesudah disela refrain 55:38. Kata (فَيَوْمَئِذٍ, fa-yawma'idzin) diterjemahkan "pada hari itu", konsisten dengan pemakaiannya yang luas di terjemahan ini, misalnya di 69:16. Hari itu menunjuk hari ketika langit terbelah.
Rangkaian (لَا يُسْأَلُ عَنْ ذَنْبِهِ, laa yus'alu 'an dzanbihi), "tidak ditanya tentang dosanya", memakai kata kerja pasif yang sama dengan 28:78: (وَلَا يُسْأَلُ عَنْ ذُنُوبِهِمُ الْمُجْرِمُونَ, wa-laa yus'alu 'an dzunuubihimu l-mujrimuuna), "dan orang-orang yang berdosa itu tidak akan ditanya tentang dosa-dosa mereka". Kata kerja pasif itu, diikuti kata depan 'an dan kata dosa, hanya ada di dua ayat tersebut. Di 28:78 kalimat itu menutup ayat tentang generasi-generasi yang dibinasakan meskipun lebih kuat dan lebih banyak kekayaannya.
Ayat-ayat lain menyatakan bahwa mereka akan ditanya: (فَوَرَبِّكَ لَنَسْأَلَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ, fa-wa-rabbika la-nas'alannahum ajma'iina), "maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua" (15:92), (عَمَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ, 'ammaa kaanuu ya'maluuna), "tentang apa yang dahulu mereka kerjakan" (15:93), juga 7:6, 21:23, dan 37:24, (إِنَّهُمْ مَسْئُولُونَ, innahum mas'uuluuna), "sesungguhnya mereka akan ditanya". Al-Qur'an tidak menjelaskan dalam satu ayat bagaimana kedua kelompok ayat ini dipertemukan. Surah ini memberi petunjuk dua ayat kemudian: (يُعْرَفُ الْمُجْرِمُونَ بِسِيمَاهُمْ, yu'rafu l-mujrimuuna bi-siimaahum), "para pendosa dikenali dengan tanda-tanda mereka" (55:41). Dibaca bersama 55:41, ayat ini meniadakan pertanyaan untuk mengetahui dosa seseorang, karena dosanya sudah dikenali dari tandanya. Pertanyaan tentang apa yang mereka kerjakan di 15:93 tidak disinggung ayat ini.
Kata (ذَنْبِهِ, dzanbihi), "dosanya", tunggal, dengan kata ganti tunggal yang kembali kepada (إِنْسٌ, insun) dan (جَانٌّ, jaannun). Keduanya tunggal tanpa kata sandang, dan keduanya ditiadakan: tidak seorang manusia pun, dan tidak seorang jin pun. Pasangan insun dan jaannun dengan peniadaan dipakai tiga kali, semuanya di surah ini: 55:39, 55:56, dan 55:74. Kata jaannun adalah kata yang juga dipakai di 55:15 untuk jin yang diciptakan dari nyala api, berbeda dari kata untuk jin di seruan 55:33. Urutannya di sini manusia lebih dulu, sedangkan 55:33 mendahulukan jin; pergantian urutan itu tidak dijelaskan.
Terjemahan ayat ini berbunyi "dan tidak jin". Tambahan "pula" tidak dipakai, agar dua peniadaan dalam teks Arabnya, laa dan wa-laa, tetap terbaca sejajar dan setara.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa pada saat itu dosa sudah nyata tanpa perlu ditanyakan lagi: bukti sudah terlihat jelas. Dasarnya ada di surah ini sendiri, di 55:41, yang menyebut para pendosa dikenali dengan tanda-tanda mereka. Di 67:11 penghuni api yang menyala-nyala mengakui dosa mereka sendiri: (فَاعْتَرَفُوا بِذَنْبِهِمْ, fa-'tarafuu bi-dzanbihim), "maka mereka mengakui dosa mereka". Tanda yang terlihat dan pengakuan dari diri sendiri membuat pertanyaan untuk mencari tahu tidak lagi diperlukan.
Ayat ini juga menutup kalimat yang dibuka 55:37. Langit yang di 55:7 ditinggikan kini terbelah, dan di bawah langit yang terbelah itu tidak ada lagi pemeriksaan untuk mencari tahu. Kalimat yang dimulai dengan gambaran alam semesta berakhir dengan keadaan setiap orang.
Dibandingkan dengan 28:78, lingkup ayat ini lebih luas. Di 28:78 orang-orang yang berdosa tidak ditanya, sedangkan di sini tidak seorang manusia pun dan tidak jin. Soal apakah orang yang tidak berdosa juga tidak ditanya dengan cara yang sama tidak dijelaskan di sini. Ayat-ayat sesudahnya memisahkan kedua kelompok itu, lewat tanda di 55:41 dan lewat dua taman di 55:46.
Di 21:23 dinyatakan (لَا يُسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ, laa yus'alu 'ammaa yaf'alu), "Dia tidak ditanya tentang apa yang Dia kerjakan", dan merekalah yang ditanya. Karena itu, ketiadaan pertanyaan di ayat ini tidak berarti ketiadaan pertanggungjawaban. Ayat ini hanya meniadakan pertanyaan untuk mengetahui, karena pada hari itu semuanya sudah tampak.
Renungan dan Hikmah
- Pada hari itu tidak ada yang perlu ditanyakan untuk mencari tahu. Dosa yang di dunia bisa disembunyikan, dibantah, atau diberi alasan, sudah terlihat pada pemiliknya. Kesadaran ini mengubah cara memandang rahasia. Hal yang hari ini disimpan rapat-rapat tidak sedang aman, tetapi menunggu hari ketika pengakuan tidak diperlukan lagi. Sekarang rahasia itu masih bisa dibawa kepada Allah dengan tobat, selagi pengakuan masih berarti. Pengakuan yang diberikan dengan sukarela hari ini berbeda nilainya dari pengakuan yang terpaksa pada hari itu.
- Di 67:11 penghuni api mengakui dosa mereka sendiri, dan di 75:14 manusia disebut menjadi saksi atas dirinya sendiri. Tidak perlu ada yang bertanya, karena diri sendiri yang menjawab. Orang bisa membohongi orang lain, bahkan membohongi dirinya dalam waktu lama, tetapi tidak selamanya. Kejujuran kepada diri sendiri hari ini adalah latihan kecil menghadapi hari ketika diri sendiri akan berbicara tanpa bisa dicegah di hadapan Tuhannya. Apa yang dilatih hari ini akan menjadi kebiasaan yang dibawa pada hari itu.
- Di 15:92-93 Allah berfirman bahwa mereka pasti akan ditanya tentang apa yang mereka kerjakan, sedangkan di sini tidak ada yang ditanya tentang dosanya. Pertanyaan untuk mencari tahu tidak diperlukan, tetapi pertanggungjawaban tetap berjalan. Dalam hidup sehari-hari, orang sering merasa aman selama tidak ada yang bertanya. Apakah tidak ditanya berarti tidak dimintai tanggung jawab, atau berarti semuanya sudah diketahui? Ayat ini mengingatkan bahwa diamnya pertanyaan bukan tanda bahwa tidak ada yang mencatat.
- Golongan tertentu, orang kaya atau orang miskin, orang berilmu atau orang awam, tidak disebut. Ayat ini menyebut seorang manusia pun dan seorang jin pun, masing-masing tunggal dan tanpa keterangan. Pada hari itu tidak ada kedudukan yang membuat seseorang diperlakukan lain. Gelar, jabatan, dan nama keluarga yang di dunia membuka banyak pintu tidak disebut sama sekali. Hanya diri masing-masing yang tersisa di hadapan Tuhannya, dengan dosanya sendiri. Kesetaraan itu mengajak memperlakukan orang lain hari ini tanpa melihat kedudukannya.
- Para pendosa dikenali dengan tanda-tanda mereka (55:41). Di 48:29 kata yang sama dipakai untuk orang-orang yang sujud: tanda mereka tampak pada wajah mereka dari bekas sujud. Setiap orang membawa tanda dari apa yang biasa ia kerjakan. Tanda itu terbentuk pelan-pelan, dari kebiasaan yang diulang setiap hari, bukan dari satu perbuatan besar. Pertanyaan yang patut diajukan hari ini: tanda apa yang sedang dibentuk oleh kebiasaanku sehari-hari? Tanda itu tidak bisa dipasang pada hari terakhir, karena tumbuh sepanjang hidup.
- Kata dosanya berbentuk tunggal dan melekat pada orang yang tunggal. Di 35:18 dinyatakan bahwa orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Pada hari itu setiap orang hanya berurusan dengan dosanya sendiri. Kesadaran ini membebaskan sekaligus menuntut. Membebaskan, karena kesalahan orang lain tidak ditimpakan kepada kita. Menuntut, karena kesalahan kita juga tidak bisa dialihkan kepada siapa pun di hadapan Allah. Keduanya mengarahkan perhatian ke arah yang sama: memperbaiki diri sendiri lebih dulu.