فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka, nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَاfa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaamaka, nikmat Tuhan kalian yang manakah
- تُكَذِّبَانِtukadzdzibaaniyang kalian berdua dustakan
Terjemahan per kata (4 kata)
- فَبِأَيِّfa-bi-ayyimaka nikmat yang manakah
- آلَاءِaalaa'inikmat-nikmat
- رَبِّكُمَاrabbikumaaTuhan kalian berdua
- تُكَذِّبَانِtukadzdzibaanikalian berdua dustakan
Inti bacaan
Refrein kesepuluh setelah tantangan tentang batas kekuasaan: 'maka nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?', pengulangan yang menegaskan bahwa bahkan keterbatasan yang diakui pun mengandung pelajaran berharga tentang posisi sejati makhluk.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini berbunyi (فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ, fa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaa tukadzdzibaani), kemunculan kesepuluh dari refrain tetap surah ini, yang muncul berulang kali dan diterjemahkan sama persis setiap kemunculan demi konsistensi. Kata ganti dual (كُمَا, -kumaa) pada (رَبِّكُمَا, rabbikumaa) berarti "Tuhan kalian berdua", menyapa jin dan manusia bersama. Uraian tentang bentuk pertanyaan, kata-katanya, dan letak kemunculannya ada di 55:13 sampai 55:32. Di sini dibahas tiga hal yang belum disentuh: dua kata kerja dari akar ك-ذ-ب yang berbeda artinya, kembalinya bentuk dual sesudah 55:33, dan bentuk pertanyaan refrain di hadapan bentuk perintah.
Akar ك-ذ-ب memberi dua kata kerja yang dibedakan oleh satu huruf yang dilipatgandakan. (كَذَبَ, kadzaba) berarti berdusta, mengatakan sesuatu yang tidak benar, dan dipakai di 11 ayat, antara lain 6:24, 12:27, dan 39:60. (كَذَّبَ, kadzdzaba), dengan huruf dzal yang dilipatgandakan, berarti mendustakan, menyatakan sesuatu yang benar sebagai dusta, dan dipakai di 163 ayat, antara lain 7:36, 39:32, dan 92:9. Keduanya bertemu dalam satu ayat di 39:32: (مِمَّنْ كَذَبَ عَلَى اللَّهِ, mimman kadzaba 'alaa llaahi), "daripada orang yang berbohong terhadap Allah", lalu (وَكَذَّبَ بِالصِّدْقِ, wa-kadzdzaba bi-sh-shidqi), "dan mendustakan kebenaran". Bentuk pertama berarti membuat kebohongan, bentuk kedua berarti menolak kebenaran yang datang kepadanya. Di 12:27 bentuk pertama dipakai untuk perempuan yang tuduhannya terbukti tidak benar: (كَذَبَتْ, kadzabat), "perempuan itu berdusta".
Refrain ini memakai bentuk kedua, (تُكَذِّبَانِ, tukadzdzibaani), dengan huruf ganda yang sama. Pertanyaannya tidak menuduh pendengar mengarang nikmat yang tidak ada. Refrain menanyakan nikmat yang ada dan benar, yang lalu dinyatakan tidak benar sebagai nikmat dari Tuhan. Terjemahan menjaga pembedaan itu: 39:32 memakai "berbohong" untuk bentuk pertama dan "mendustakan" untuk bentuk kedua, 12:27 memakai "berdusta", dan refrain selalu memakai "dustakan".
Hal kedua adalah kembalinya bentuk dual. Di 55:33, pendengar disapa dengan empat kata kerja jamak: (اسْتَطَعْتُمْ, statha'tum), (تَنْفُذُوا, tanfudzuu), (فَانْفُذُوا, fa-nfudzuu), dan (تَنْفُذُونَ, tanfudzuuna). Ayat ini kembali ke dual, tukadzdzibaani. Kali ini dual itu tidak berhenti di refrain. Ayat sesudahnya menyapa dengan dual juga, (يُرْسَلُ عَلَيْكُمَا, yursalu 'alaykumaa), "dikirimkan kepada kalian", dan (فَلَا تَنْتَصِرَانِ, fa-laa tantashiraani), "maka kalian tidak dapat menolong diri". Dari 55:13 sampai ayat ini, sapaan "kalian berdua" hanya ada di dalam refrain. 55:35 kemudian memakai sapaan itu di luar refrain, sekali saja di surah ini, tepat sesudah kemunculan kesepuluh ini.
Hal ketiga menyangkut bentuk kalimat. 55:33 memuat fa-nfudzuu, satu dari dua kata kerja perintah di surah ini, seperti dicatat di sana. Refrain yang mengikutinya tidak memerintah. Tiga puluh satu kali surah ini menyapa jin dan manusia dengan pertanyaan yang sama, dan hanya dua kali dengan perintah. Kata tanya (بِأَيِّ, bi-ayyi) tidak meminta perbuatan, tetapi jawaban.
Tafsiran
Ayat ini mengulang refrain setelah tantangan menembus batas langit dan bumi. Tantangan itu ditutup dengan satu pengecualian: kecuali dengan kuasa. Di 55:33 sudah terlihat bahwa kuasa, dalam pemakaian Al-Qur'an, diturunkan atau diberikan, tidak dibuat sendiri. Refrain yang datang sesudahnya menyebut Dia yang menurunkan dan memberi itu: Tuhan kalian berdua. Jalan untuk melewati batas itu ternyata juga pemberian, dan pertanyaan tentang nikmat jatuh tepat sesudahnya.
Teks tidak menyebut nikmat mana yang ditanyakan kali ini. Ayat 55:33 baru saja menyebut dua hal: batas yang tidak bisa ditembus, dan celah yang terbuka hanya dengan kuasa. Mengetahui batas sebelum mencobanya bisa dihitung sebagai pemberian, dan celah itu juga. Refrain tidak memilih di antara keduanya, dan tafsiran ini tidak memilihkan.
Kata kerja refrain memberi warna pada urutan itu. Refrain bertanya tentang mendustakan, yaitu menyatakan yang benar sebagai dusta. Pernyataan di 55:33, "kalian tidak akan menembus", adalah kebenaran yang bisa diuji. Sesudah diuji, yang tersisa bagi pendengar hanya mengakuinya atau mendustakannya.
Sesudah kemunculan ini, sapaan dual tidak lagi terbatas pada refrain. Di 55:35 jin dan manusia disapa berdua ketika nyala api dan cairan tembaga dikirimkan kepada mereka. Bentuk yang selama sepuluh kemunculan dipakai untuk bertanya tentang nikmat, kini dipakai juga untuk menyebut akibat.
Renungan dan Hikmah
- Hampir tidak ada orang yang merasa berbohong tentang nikmat Tuhannya, karena tidak ada yang mengarang pemberian yang tidak ada. Tetapi kata kerja refrain ini menanyakan hal lain: menyatakan yang benar sebagai tidak benar. Itu terjadi dengan lebih tenang. Rezeki yang datang disebut kebetulan, kesembuhan disebut hasil obat semata, keselamatan disebut keberuntungan. Tidak ada kebohongan yang diucapkan, tetapi kebenaran bahwa semua itu datang dari Dia sedang didustakan pelan-pelan.
- Jalan melewati batas di 55:33 hanya kuasa, dan kuasa itu diturunkan atau diberikan. Tepat sesudah itu refrain bertanya tentang nikmat Tuhan kalian. Jalan keluar dari kesempitan sering dikira hasil kecerdikan sendiri, padahal jalan itu terbuka karena dibukakan. Orang yang pernah keluar dari masa sulit bisa menoleh ke belakang dan bertanya: pintu mana yang benar-benar kubuka sendiri, dan pintu mana yang ternyata sudah dibukakan sebelum aku tiba di depannya?
- Surah ini hanya dua kali memerintah jin dan manusia, dan tiga puluh satu kali bertanya kepada mereka. Allah yang berhak memerintah memilih lebih sering bertanya. Perintah hanya menuntut perbuatan, sedangkan pertanyaan menuntut kesadaran, dan kesadaran tidak bisa dipaksakan dari luar. Hubungan yang dibangun dengan pertanyaan memperlakukan pendengarnya sebagai pihak yang mampu menimbang sendiri. Syukur yang lahir dari jawaban sendiri lebih tahan lama daripada syukur yang hanya dijalankan karena disuruh.
- Ada orang yang menghabiskan tenaga bertahun-tahun untuk sesuatu yang memang tidak bisa dicapai. Batas yang diberitahukan lebih dulu menyelamatkan tenaga itu. Ayat 55:33 memberi tahu batas langit dan bumi sebelum ada yang mencoba, lalu refrain ini bertanya tentang nikmat Tuhan. Pemberitahuan tentang batas biasanya terasa sebagai larangan. Dibaca bersama refrain, pemberitahuan itu bisa terasa sebagai kasih sayang yang tidak membiarkan seseorang tersesat dalam usaha yang sia-sia.
- Selama sepuluh kemunculan, sapaan "kalian berdua" hanya dipakai untuk bertanya tentang nikmat. Sesudah ayat ini, sapaan yang sama dipakai untuk menyebut nyala api yang dikirimkan. Bentuk yang sama menampung dua hal: pertanyaan tentang pemberian dan kabar tentang akibat. Hidup manusia juga begitu. Tangan yang sama menerima nikmat dan kelak menanggung akibat. Siapa yang mengenali pemberian Tuhannya selagi masih ditanya tidak perlu menunggu akibat untuk menyadarinya.
- Pernyataan "kalian tidak akan menembus" di 55:33 bisa diuji, dan setiap percobaan akan membenarkannya. Pertanyaan refrain juga bisa diuji dengan cara yang sama. Siapa pun bisa mencoba menunjuk satu nikmat yang tidak datang dari Tuhan kalian: napas, detak jantung, cahaya pagi, air yang diminum. Setiap percobaan akan kembali ke titik yang sama. Refrain ini tidak meminta dipercaya tanpa diperiksa, tetapi bertanya dan membiarkan pemeriksaan itu berjalan sampai jawabannya ditemukan sendiri.