إِنَّا مُرْسِلُو النَّاقَةِ فِتْنَةً لَهُمْ فَارْتَقِبْهُمْ وَاصْطَبِرْ

Sesungguhnya Kami mengirim unta betina sebagai cobaan bagi mereka; maka, tunggulah mereka dan bersabarlah.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. إِنَّا مُرْسِلُو النَّاقَةِ فِتْنَةً لَهُمْinnaa mursiluu n-naaqati fitnatan lahumsesungguhnya Kami mengirim unta betina sebagai cobaan bagi mereka
  2. فَارْتَقِبْهُمْ وَاصْطَبِرْfa-rtaqibhum wa-stabirmaka, tunggulah mereka dan bersabarlah
Aplikasi

Ujian konkret yang disengaja: 'Kami mengirim unta betina sebagai cobaan bagi mereka; maka tunggulah mereka dan bersabarlah', pemberian tanda nyata dipasangkan instruksi kesabaran, menegaskan bahwa merespons ujian memerlukan waktu dan ketahanan, bukan reaksi instan.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar r-s-l, n-w-q, f-t-n, r-q-b, s-b-r): mursiluu n-naaqah diterjemahkan 'mengirim unta betina' (akar r-s-l + akar n-w-q); fitnah diterjemahkan 'cobaan' (akar f-t-n); irtaqibhum wa stabir diterjemahkan 'tunggulah & bersabarlah' (akar r-q-b + akar s-b-r). gloss '(wahai Saleh)' dibuang.