خُشَّعًا أَبْصَارُهُمْ يَخْرُجُونَ مِنَ الْأَجْدَاثِ كَأَنَّهُمْ جَرَادٌ مُنْتَشِرٌ
pandangan mereka tertunduk. Mereka keluar dari kubur seperti belalang yang beterbangan.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- خُشَّعًا أَبْصَارُهُمْkhushsha'an absaaruhumpandangan mereka tertunduk
- يَخْرُجُونَ مِنَ الْأَجْدَاثِyakhrujuuna mina l-ajdaatsimereka keluar dari kubur
- كَأَنَّهُمْ جَرَادٌ مُنْتَشِرٌka-annahum jaraadun muntashirunseperti belalang yang beterbangan
Aplikasi
Gambaran visual kepatuhan terpaksa: 'pandangan mereka tertunduk, mereka keluar dari kubur seperti belalang yang beterbangan', citra kekacauan massal dan ketundukan yang datang terlambat, ketika penyesalan tak lagi berguna.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. of dariir'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.