حِكْمَةٌ بَالِغَةٌ ۖ فَمَا تُغْنِ النُّذُرُ

hikmah yang sempurna, tetapi peringatan-peringatan tidak mencukupkan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. حِكْمَةٌ بَالِغَةٌhikmatun baalighatunhikmah yang sempurna
  2. فَمَا تُغْنِ النُّذُرُfa-maa tughni n-nudzurutetapi peringatan-peringatan tidak mencukupkan

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. حِكْمَةٌhikmatunhikmah
  2. بَالِغَةٌbaalighatunyang sempurna
  3. فَمَاfa-maamaka tidak
  4. تُغْنِtughnimencukupkan
  5. النُّذُرُn-nudzuruperingatan-peringatan

Inti bacaan

Baalighah muncul juga di 6:149 untuk hujah yang telak dan di 68:39 untuk sumpah Kami. Nudzur dipakai di 11 ayat Al-Qamar, dari 54:5 hingga 54:41, dan 10:101 memadukan tughnii dengan tanda-tanda serta peringatan-peringatan.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini menyambung kalimat 54:4. Kata (حِكْمَةٌ, hikmatun), "hikmah", menerangkan apa yang dibawa berita di ayat sebelumnya: berita itu memuat pencegah, dan isinya hikmah. Kata ini berakar ح-ك-م dan dipakai di sembilan belas ayat. Di sepuluh ayat hikmah disebut bersama kitab, misalnya (وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ, wa-yu'allimuhumu l-kitaaba wa-l-hikmata), "mengajarkan Kitab dan hikmah kepada mereka" (2:129), dan di 16:125 hikmah disebut sebagai cara menyeru ke jalan Tuhan, bersama pengajaran yang baik. Di ayat ini hikmah tidak bersandang dan tidak disandingkan dengan kitab, dan kata itu menyifati isi berita di 54:4.

Kata (بَالِغَةٌ, baalighatun) berakar ب-ل-غ, akar kata "sampai". Bentuk yang sama menyifati hujah Allah di 6:149, (الْحُجَّةُ الْبَالِغَةُ, l-hujjatu l-baalighatu), "hujah yang telak", dan menyifati sumpah di 68:39, (أَيْمَانٌ عَلَيْنَا بَالِغَةٌ, aymaanun 'alaynaa baalighatun), yang terjemahannya "sumpah dari Kami, yang tetap berlaku sampai hari Kiamat". Di kedua ayat itu kata ini menyebut sesuatu yang sampai ke ujungnya: hujah yang mengenai sasarannya, dan sumpah yang berlaku sampai hari itu. Terjemahan ayat ini menuliskannya "sempurna", dalam arti hikmah yang sampai pada ukurannya yang penuh, tanpa ada yang kurang darinya.

Kalimat kedua, (فَمَا تُغْنِ النُّذُرُ, fa-maa tughni n-nudzuru), "tetapi peringatan-peringatan tidak mencukupkan", memakai kata kerja (تُغْنِ, tughni) dari akar غ-ن-ي, akar kata "kaya" dan "cukup". Susunan yang hampir sama ada di 10:101: (وَمَا تُغْنِي الْآيَاتُ وَالنُّذُرُ عَنْ قَوْمٍ لَا يُؤْمِنُونَ, wa-maa tughnii l-aayaatu wa-n-nudzuru 'an qawmin laa yu'minuuna), "Tidaklah mencukupkan tanda-tanda dan peringatan-peringatan itu bagi kaum yang tidak beriman". Di 10:101 tanda dan peringatan disebut bersama, dan penerimanya pun disebut: kaum yang tidak beriman. Di awal surah ini keduanya disebut berurutan, tanda di 54:2 dan peringatan di ayat ini, dan penerimanya sudah digambarkan di 54:3. Huruf fa di depan maa diterjemahkan "tetapi", karena kalimat kedua berlawanan dengan kalimat pertama: hikmahnya sampai, dan peringatannya tidak mencukupkan mereka.

Kata (النُّذُرُ, n-nudzuru) berbentuk jamak, berakar ن-ذ-ر. Bentuk jamak ini bisa menunjuk orang-orang yang memberi peringatan, seperti di 53:56, (هَٰذَا نَذِيرٌ مِنَ النُّذُرِ الْأُولَىٰ, haadzaa nadziirun mina n-nudzuri l-uulaa), "Ini adalah seorang pemberi peringatan dari para pemberi peringatan yang terdahulu", atau peringatan itu sendiri. Di surah ini terjemahannya "peringatan-peringatan", dan kata ini dipakai di sebelas ayat surah ini, termasuk kalimat yang diulang dalam kisah-kisahnya, (فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ, fa-kayfa kaana 'adzaabii wa-nudzuri), "Maka, betapa azab-Ku dan peringatan-peringatan-Ku!" (54:16, 54:18, 54:21, 54:30). Ayat ini tempat pertama kata itu muncul di surah ini, dan kemunculan terakhirnya di 54:41, tentang peringatan-peringatan yang datang kepada keluarga Firaun.

Tafsiran

Ayat ini membagi keadaan menjadi dua sisi. Di sisi pesan, hikmahnya sempurna, sampai pada ukurannya yang penuh. Di sisi penerima, peringatan-peringatan tidak mencukupkan. Karena kekurangan tidak disebut pada pesannya, kalimat kedua mengarahkan perhatian kepada penerimanya, yang sudah digambarkan di 54:3: mereka mendustakan dan mengikuti hawa nafsu mereka.

Sesudah ayat ini, 54:6 dibuka dengan (فَتَوَلَّ عَنْهُمْ, fa-tawalla 'anhum), "Maka, berpalinglah dari mereka". Perintah itu datang tepat sesudah pernyataan bahwa peringatan tidak mencukupkan mereka, dan tidak disertai perintah untuk mengulang peringatan atau mengubah cara menyampaikannya. Sesudah perintah itu surah beralih ke hari ketika penyeru menyeru kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (54:6-8).

Lima kisah sesudahnya memperlihatkan peringatan-peringatan yang tidak mencukupkan kaum-kaum terdahulu. Di sela-sela kisah itu, surah ini empat kali mengajukan pertanyaan yang sama kepada pendengarnya: (وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ, wa-la-qad yassarnaa l-qur'aana li-dz-dzikri), "Dan sungguh, Kami telah memudahkan Al-Qur'an untuk pelajaran", (فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ, fa-hal min muddakirin), "maka, adakah yang mengambil pelajaran?" (54:17, 54:22, 54:32, 54:40). Pernyataan bahwa peringatan tidak mencukupkan mereka tidak menutup pertanyaan itu bagi pendengar yang lain.

Renungan dan Hikmah

  • Orang tua yang nasihatnya tidak didengar anaknya, guru yang pelajarannya tidak masuk, atau pendakwah yang ceramahnya ditinggalkan sering menyalahkan diri sendiri: mungkin caranya salah, mungkin kata-katanya kurang tepat. Di 4:113 hikmah disebut diturunkan Allah bersama Kitab, dan di ayat ini hikmah yang sempurna tetap tidak mencukupkan penerimanya. Di ayat ini kesempurnaan pesan tidak diikuti penerimaan, dan sebabnya diletakkan pada penerima. Memperbaiki cara menyampaikan tetap baik, tetapi penolakan tidak selalu berarti pesannya gagal.
  • Sesudah menyatakan bahwa peringatan tidak mencukupkan mereka, ayat berikutnya memerintahkan berpaling dari mereka. Ada saat ketika orang yang sudah menyampaikan nasihat perlu berhenti mendesak. Seseorang yang bertahun-tahun mengingatkan saudaranya tentang judi daring atau utang pinjaman daring bisa kelelahan dan merasa bersalah atas pilihan saudaranya. Ayat ini dan ayat sesudahnya memperlihatkan bahwa tugas menyampaikan punya batas, dan keputusan menerima ada pada yang mendengar, dengan Allah sebagai hakimnya.
  • Ayat ini berbicara tentang orang lain, tetapi kata tughni berakar sama dengan kata cukup, dan pembaca bisa bertanya apakah peringatan yang ia terima sudah mencukupkannya. Peringatan dokter tentang gula darah, teguran atasan tentang kelalaian kerja, atau peringatan di dalam Al-Qur'an sendiri mencukupkan bagi orang yang menerimanya. Peringatan yang sama bisa berlalu begitu saja bagi orang yang mendengarnya sambil lalu. Perbedaannya terletak pada kesediaan pendengar. Peringatan mana yang sudah lama kita dengar, tetapi belum juga mencukupkan kita?
  • Di ayat ini hikmah disebut sebagai isi berita tentang apa yang terjadi pada kaum-kaum tertentu. Hikmah dibawa oleh perintah dan larangan, dan juga oleh kisah. Kita bisa membaca kisah Nuh, Ad, dan Tsamud sebagai cerita yang sudah dikenal sejak kecil, atau sebagai hikmah yang berlaku untuk keputusan kita hari ini. Pertanyaan yang bisa dibawa saat membaca kisah Al-Qur'an: apa yang dilakukan kaum itu ketika peringatan datang kepada mereka, dan apakah saya sedang melakukan hal yang sama.
  • Sesudah menyatakan bahwa peringatan tidak mencukupkan mereka, Allah tetap bertanya empat kali di surah ini: adakah yang mengambil pelajaran? Pernyataan tentang satu kelompok tidak menutup pintu bagi pembaca lain. Orang yang merasa sudah terlalu jauh, terlalu lama lalai, atau terlalu sering menolak tetap termasuk orang yang ditanya. Setiap kali pertanyaan itu diulang sesudah sebuah kisah, pembaca mendapat kesempatan lagi untuk menjawabnya dengan perbuatan, selama Saat itu belum tiba.
  • Di 10:101 perintah untuk memperhatikan apa yang ada di langit dan di bumi disusul pernyataan bahwa tanda dan peringatan tidak mencukupkan kaum yang tidak beriman. Awal surah ini menyebut keduanya: bulan yang terbelah dilihat, dan berita yang memuat pencegah didengar. Kita juga menerima keduanya setiap hari, dari alam di sekitar kita dan dari ayat-ayat yang kita baca. Mata yang melihat tanda dan telinga yang mendengar peringatan baru berguna ketika keduanya diikuti hati yang mau menerima.