وَلَقَدْ جَاءَهُمْ مِنَ الْأَنْبَاءِ مَا فِيهِ مُزْدَجَرٌ

Dan sungguh telah datang kepada mereka sebagian berita yang di dalamnya terdapat pencegah,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَلَقَدْ جَاءَهُمْ مِنَ الْأَنْبَاءِwa-la-qad jaa'ahum mina l-anbaa'idan sungguh telah datang kepada mereka sebagian berita
  2. مَا فِيهِ مُزْدَجَرٌmaa fiihi muzdajarunyang di dalamnya terdapat pencegah

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
  2. جَاءَهُمْjaa'ahumdatang kepada mereka
  3. مِنَminadari
  4. الْأَنْبَاءِl-anbaa'iberita-berita
  5. مَاmaaapa yang
  6. فِيهِfiihidi dalamnya
  7. مُزْدَجَرٌmuzdajarunpencegah

Inti bacaan

Pembuka wa-la-qad jaa'ahum dipakai di empat ayat (16:113, 29:39, 53:23, 54:4). Akar ز-ج-ر tercatat di lima ayat; muzdajar hanya di sini, diterjemahkan pencegah, dan 54:9 memakai akarnya untuk Nuh yang dibentak.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَلَقَدْ جَاءَهُمْ, wa-la-qad jaa'ahum), "dan sungguh telah datang kepada mereka", susunan yang dipakai di empat ayat. Di 16:113 seorang rasul dari kalangan mereka sendiri datang, lalu (فَكَذَّبُوهُ, fa-kadzdzabuuhu), "mereka mendustakannya". Di 29:39 Musa datang dengan keterangan-keterangan yang nyata, lalu mereka berlaku sombong di bumi. Di 53:23 petunjuk dari Tuhan mereka datang, sesudah disebutkan bahwa mereka mengikuti dugaan dan hawa nafsu. Di keempat ayat itu kalimat tentang apa yang telah datang berdampingan dengan penolakan mereka.

Kata (الْأَنْبَاءِ, l-anbaa'i), "berita-berita", berbentuk jamak dari naba', berakar ن-ب-أ. Kata depan (مِنَ, mina) di depannya menunjuk sebagian, sehingga terjemahannya "sebagian berita". Bentuk jamak ini beberapa kali dipakai untuk kisah yang diwahyukan atau dikisahkan kepada orang yang disapa, misalnya (تِلْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الْغَيْبِ نُوحِيهَا إِلَيْكَ, tilka min anbaa'i l-ghaybi nuuhiihaa ilayka), "Itu sebagian dari berita-berita gaib yang Kami wahyukan kepadamu" (11:49), dan (كَذَٰلِكَ نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ مَا قَدْ سَبَقَ, ka-dzaalika naqushshu 'alayka min anbaa'i maa qad sabaqa), "Demikianlah Kami kisahkan kepadamu sebagian berita yang telah lalu" (20:99). Di ayat ini kata itu tidak disertai keterangan tentang berita siapa.

Kata (مُزْدَجَرٌ, muzdajarun), "pencegah", berakar ز-ج-ر. Akar ini dipakai di lima ayat. Di 37:19 dan 79:13 akar itu membentuk (زَجْرَةٌ وَاحِدَةٌ, zajratun waahidatun), "satu hardikan", dan di 37:2 dipakai untuk yang menghardik dengan keras. Bentuk muzdajar tidak dipakai di ayat lain. Kata ini menyebut sesuatu yang membuat orang tertahan dan berhenti, seperti orang yang dihardik lalu mundur, dan terjemahannya "pencegah". Dengan kata itu, muzdajar terbedakan dari (النُّذُرُ, n-nudzuru), "peringatan-peringatan", di 54:5.

Lima ayat kemudian, kata kerja dari akar dan pola yang sama dipakai untuk Nuh: (وَازْدُجِرَ, wa-zdujira), "dan ia dibentak" (54:9), sesudah kaumnya mendustakannya dan menyebutnya orang gila. Berita di ayat ini membawa sesuatu untuk mencegah mereka, dan dalam kisah pertama surah ini Nuh, utusan yang membawa peringatan, dibentak.

Susunan (مَا فِيهِ مُزْدَجَرٌ, maa fiihi muzdajarun), "yang di dalamnya terdapat pencegah", memakai kata ganti tunggal pada fiihi, yang kembali kepada maa, "apa yang". Kalimatnya belum selesai di akhir ayat. Ayat 54:5 menyambungnya dengan (حِكْمَةٌ بَالِغَةٌ, hikmatun baalighatun), "hikmah yang sempurna", sehingga terjemahan ayat ini ditutup dengan koma.

Tafsiran

Ayat ini menyatakan bahwa berita yang bisa mencegah mereka sudah sampai, sebelum surah ini sendiri menguraikan berita-berita semacam itu. Surah sebelumnya, di 53:50-54, menyebut kebinasaan Ad, Tsamud, kaum Nuh, dan negeri yang dijungkirbalikkan. Surah ini, dari 54:9 sampai 54:42, menguraikan lima kisah: kaum Nuh, Ad, Tsamud, kaum Lut, dan keluarga Firaun. Pendengar surah ini menerima berita semacam itu di kedua sisi ayat ini.

Penegasan "sungguh telah datang" menutup alasan bahwa berita itu belum sampai kepada mereka. Ayat 54:3 sudah menyebut apa yang mereka lakukan: mendustakan dan mengikuti hawa nafsu. Susunan yang serupa membuka kisah terakhir surah ini: (وَلَقَدْ جَاءَ آلَ فِرْعَوْنَ النُّذُرُ, wa-la-qad jaa'a aala fir'awna n-nudzuru), "Dan sungguh, peringatan-peringatan telah datang kepada keluarga Firaun" (54:41). Bagian pembuka surah ini dan kisah terakhirnya sama-sama memuat kabar tentang apa yang telah datang kepada mereka.

Di 6:5 disebutkan berita jenis lain: (فَسَوْفَ يَأْتِيهِمْ أَنْبَاءُ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ, fa-sawfa ya'tiihim anbaa'u maa kaanuu bihi yastahzi'uuna), "maka kelak akan datang kepada mereka berita-berita tentang apa yang selalu mereka olok-olokkan". Di ayat itu berita yang datang kemudian berisi kenyataan dari apa yang mereka tolak. Di ayat ini berita yang sudah datang berisi pencegah, sehingga masih ada waktu untuk berhenti sebelum berita jenis kedua itu tiba.

Renungan dan Hikmah

  • Setiap hari kita menerima berita tentang orang lain: pejabat yang ditangkap karena korupsi, usaha yang bangkrut karena utang, keluarga yang retak karena perselingkuhan. Kita membacanya sebagai tontonan, lalu menggulir ke berita berikutnya. Allah menyebut berita tentang orang-orang terdahulu sebagai sesuatu yang di dalamnya terdapat pencegah. Membaca berita dengan cara itu berarti berhenti sejenak sebelum berpindah ke berita berikutnya: kebiasaan apa dalam diri saya yang bisa membawa ke akhir yang sama?
  • Ayat ini menegaskan bahwa berita sudah datang kepada mereka. Pengetahuan yang sudah sampai membawa tanggung jawab di hadapan Allah. Kita kadang menunda perubahan dengan alasan belum cukup tahu, lalu terus mencari informasi tambahan, padahal apa yang kita ketahui sudah cukup untuk mulai. Orang yang tahu kebiasaan makannya membahayakan kesehatan tidak memerlukan penelitian tambahan untuk mulai menguranginya. Menunggu keterangan yang lebih lengkap bisa menjadi cara halus untuk tidak berubah.
  • Terjemahan ayat ini berbunyi sebagian berita, dan sebagian itu sudah memuat pencegah. Di 40:78 Allah menyatakan bahwa di antara rasul-rasul terdahulu ada yang dikisahkan dan ada yang tidak. Al-Qur'an tidak menceritakan semua rasul dan kaumnya, dan kisah yang dipilih sudah cukup bagi orang yang mau berhenti dari jalan yang salah. Kita tidak perlu mengetahui semua kisah untuk mengambil pelajaran. Kisah yang sudah kita kenal sejak kecil, bila dibaca dengan sungguh-sungguh, sudah memuat cukup banyak pencegah.
  • Dalam kisah Nuh di 54:9, akar yang membentuk kata pencegah di ayat ini dipakai untuk Nuh yang dibentak kaumnya. Hal serupa terjadi dalam skala kecil: rekan kerja yang mengingatkan kesalahan laporan dimarahi, anak yang menegur orang tuanya karena merokok dibentak, anggota rapat yang menyampaikan risiko dianggap pengganggu. Ketika seseorang datang membawa peringatan, reaksi pertama kita kadang ditujukan kepada orangnya. Ayat ini dan kisah sesudahnya memperlihatkan perlunya memisahkan pesan dari rasa tidak nyaman terhadap pembawanya.
  • Kisah kaum Nuh, Ad, dan Tsamud terjadi jauh sebelum kita, dan mudah dianggap sejarah yang tidak berhubungan dengan hidup sekarang. Ayat ini menyebut berita-berita itu sebagai sesuatu yang memuat pencegah bagi pendengarnya. Pola yang dikisahkan tidak berubah: tanda datang, orang berpaling, peringatan didustakan. Membaca kisah-kisah itu dengan bertanya di mana pola yang sama muncul dalam hidup kita, di rumah, di kantor, atau di dalam diri sendiri, menjadikan kisah lama berguna bagi keputusan hari ini.
  • Ada berita yang datang sebagai peringatan, dan ada berita yang datang sebagai kenyataan. Di 6:5 disebutkan bahwa berita-berita tentang apa yang dulu diolok-olokkan akan datang kemudian. Berita jenis pertama masih memberi kesempatan untuk berubah, sedangkan berita jenis kedua datang ketika kesempatan itu sudah lewat. Orang yang mendengar peringatan tentang kesehatan, keuangan, atau hubungan keluarganya sedang menerima berita jenis pertama, dan masih bisa memilih bagaimana menanggapinya.