Ayat 53:50

وَأَنَّهُ أَهْلَكَ عَادًا الْأُولَىٰ

dan bahwa Dialah yang membinasakan Ad yang terdahulu,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَأَنَّهُ أَهْلَكَwa-annahu ahlakadan bahwa Dialah yang membinasakan
  2. عَادًا الْأُولَىٰ'aadan al-uulaaAd yang terdahulu

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. وَأَنَّهُwa-annahudan sesungguhnya Dia
  2. أَهْلَكَahlakakeluargamu
  3. عَادًا'aadankaum Ad
  4. الْأُولَىٰal-uulaayang terdahulu

Inti bacaan

contoh serupa sejarah pertama: 'Dialah yang membinasakan kaum 'Ad yang terdahulu', peringatan bahwa penolakan terhadap kebenaran memiliki konsekuensi nyata yang telah terjadi pada generasi sebelumnya.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(kaum)' tidak dipakai: teks Arab hanya menyebut nama 'Ad tanpa kata 'kaum', konsisten dengan 51:41 dan 51:43.

Tafsiran

Ayat ini beralih ke bukti historis kekuasaan Allah: kebinasaan kaum-kaum durhaka terdahulu seperti 'Ad.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut pelakunya terang-terangan. Bukan kaum itu binasa. Dia yang membinasakan.
  • Kata terdahulu ditambahkan pada namanya. Ada Ad yang lain. Yang ini yang pertama.
  • Bukti yang dipakai peristiwa, bukan penalaran. Allah menunjuk yang sudah terjadi. Bisa ditengok.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar h-l-k, '-w-d, a-w-l): ahlaka aadan al-uulaa diterjemahkan 'membinasakan Ad yang terdahulu' (akar h-l-k). Selaras.

Ayat 53:51

وَثَمُودَ فَمَا أَبْقَىٰ

dan Tsamud, maka Dia tidak menyisakan,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَثَمُودَwa-tsamuudadan Tsamud
  2. فَمَا أَبْقَىٰfa-maa abqaamaka, Dia tidak menyisakan

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. وَثَمُودَwa-tsamuudadan Tsamud
  2. فَمَاfa-maamaka tidak
  3. أَبْقَىٰabqaalebih kekal

Inti bacaan

Kehancuran total: 'kaum Tsamud, maka Dia tidak menyisakan (seorang pun)', gambaran konsekuensi yang menyeluruh, bukan hukuman sebagian yang memberi ruang penyangkalan atas keseriusan akibat penolakan.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(kaum)' dan '(seorang pun)' tidak dipakai: teks Arab hanya menyebut nama Tsamud dan verba 'tidak menyisakan' tanpa objek eksplisit.

Tafsiran

Ayat ini menambahkan Tsamud sebagai bukti historis lain kebinasaan akibat kedurhakaan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut nama kaumnya, lalu berhenti. Tanpa rincian. Tanpa penyebab.
  • Kata tidak menyisakan dibiarkan tanpa objek. Menyisakan apa tidak disebut. Kosongnya justru menutup rapat.
  • Nama ini menyambung daftar di ayat sebelumnya. Allah menderetkannya. Satu demi satu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar b-q-y): maa abqaa diterjemahkan 'tidak menyisakan' (akar b-q-y). gloss '(Tidak seorang pun ditinggalkan-Nya hidup)' dilaraskan.

Ayat 53:52

وَقَوْمَ نُوحٍ مِنْ قَبْلُ ۖ إِنَّهُمْ كَانُوا هُمْ أَظْلَمَ وَأَطْغَىٰ

dan kaum Nuh sebelumnya; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang lebih zalim dan lebih melampaui batas,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَقَوْمَ نُوحٍ مِنْ قَبْلُwa-qawma nuuhin min qabludan kaum Nuh sebelumnya
  2. إِنَّهُمْ كَانُوا هُمْ أَظْلَمَ وَأَطْغَىٰinnahum kaanuu hum azhlama wa-athghaasesungguhnya mereka adalah orang-orang yang lebih zalim dan lebih melampaui batas

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. وَقَوْمَwa-qawmadan kaum
  2. نُوحٍnuuhinNuh
  3. مِنْmindari
  4. قَبْلُqablusebelumnya
  5. إِنَّهُمْinnahumsesungguhnya mereka
  6. كَانُواkaanuumereka adalah
  7. هُمْhummereka
  8. أَظْلَمَazhlamagelap
  9. وَأَطْغَىٰwa-athghaadan lebih melampaui batas

Inti bacaan

Perbandingan tingkat kesalahan: 'kaum Nuh sebelum itu; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang lebih zalim dan lebih melampaui batas', pengakuan bahwa tingkat pelanggaran bisa berbeda-beda, bukan semua kesalahan setara, prinsip keadilan yang memperhitungkan gradasi.

Tafsiran

Ayat ini menempatkan kaum Nuh sebagai contoh paling awal dan paling parah dari kezaliman dan pelampauan batas.

Renungan dan Hikmah

  • Allah memakai kata lebih, bukan kata sangat. Ada perbandingan. Ada yang lebih ringan.
  • Yang dibandingkan bukan kekuatannya, melainkan kezalimannya. Bukan siapa lebih besar. Siapa lebih jauh melewati batas.
  • Kaum Nuh disebut Allah di ujung deretan. Yang paling awal. Disebut paling akhir.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-m, q-b-l, k-w-n, zh-l-m, t-gh-y): azhlama wa atghaa diterjemahkan 'lebih zalim & lebih melampaui batas' (akar zh-l-m + akar t-gh-y putaran 124). Selaras.

Ayat 53:53

وَالْمُؤْتَفِكَةَ أَهْوَىٰ

dan negeri yang dijungkirbalikkan, Dia hempaskan,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَالْمُؤْتَفِكَةَwa-l-mu'tafikatadan negeri yang dijungkirbalikkan
  2. أَهْوَىٰahwaaDia hempaskan

Terjemahan per kata (2 kata)

  1. وَالْمُؤْتَفِكَةَwa-l-mu'tafikatadan negeri yang dijungkirbalikkan
  2. أَهْوَىٰahwaamenjungkirkan

Inti bacaan

Nasib kaum Lut: 'negeri yang dijungkirbalikkan, Dia hempaskan', gambaran drastis pembalikan total sebagai konsekuensi penyimpangan yang dilakukan secara kolektif dan terang-terangan.

Tafsiran

Ayat ini merujuk pada kaum Lut: negeri mereka dibalikkan dan dihempaskan sebagai azab.

Renungan dan Hikmah

  • Negerinya disebut Allah dengan nasibnya, bukan namanya. Bukan kaum Lut. Negeri yang dijungkirbalikkan.
  • Dua tindakan disebut berurutan. Dijungkirbalikkan. Lalu dihempaskan.
  • Penutupnya Allah sebut di ayat sesudahnya. Dihempaskan. Lalu ditutupi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-f-k, h-w-y): al-mu'tafikah diterjemahkan 'negeri yang dijungkirbalikkan (kaum Lut)' (akar '-f-k); ahwaa diterjemahkan 'menghempaskan' (akar h-w-y). gloss '(negeri kaum Lut)' dilaraskan.

Ayat 53:54

فَغَشَّاهَا مَا غَشَّىٰ

lalu Dia menutupinya dengan apa yang menimpanya.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. فَغَشَّاهَا مَا غَشَّىٰfa-ghasysyaahaa maa ghasysyaalalu Dia menutupinya dengan apa yang menimpanya

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. فَغَشَّاهَاfa-ghasysyaahaalalu menimpanya
  2. مَاmaaapa yang
  3. غَشَّىٰghasysyaamenutupi

Inti bacaan

Penutup yang menyeluruh: 'lalu Dia menutupinya dengan apa yang menimpanya', bahasa yang tidak merinci detail mengerikan, cukup menegaskan totalitas konsekuensi tanpa perlu deskripsi eksplisit yang berlebihan.

Penjelasan pilihan kata

Ungkapan elips 'maa ghashshaa' dibiarkan tanpa spesifikasi lebih lanjut, sesuai struktur Arab.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan kedahsyatan azab yang menimpa negeri itu tanpa merincinya lebih jauh.

Renungan dan Hikmah

  • Allah tidak menyebut apa yang menimpanya. Kalimatnya dibiarkan kabur. Yang kabur justru lebih berat.
  • Kata menutupi dipakai, bukan kata menghancurkan. Bukan dipecahkan. Ditimbun.
  • Kalimatnya sangat pendek untuk kejadian sebesar itu. Allah tidak merincinya. Yang tidak dilukiskan dibayangkan sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar gh-sh-w): ghasysyaahaa maa ghasysyaa diterjemahkan 'menutupinya dengan apa yang menutupinya' (akar gh-sh-w). Selaras.