وَالْبَيْتِ الْمَعْمُورِ

demi Rumah yang diramaikan,

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَالْبَيْتِwa-l-baytidemi Rumah
  2. الْمَعْمُورِal-ma'muuriyang diramaikan
Aplikasi

Sumpah keempat 'demi Rumah yang Diramaikan', dimensi spiritual dan komunal dalam rangkaian sumpah yang terus berkembang.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(HJJ /): *al-bayt al-*, akar dgn *'umrah*.; sebaran akar '-m-r lain: 9:17/9:18 *ya'muru masaajid allaah* (''), 30:9 *'amaruu l-ard*, 11:61 *ista'marakum*. terjemahan lain mentransliterasi '' sbg nama-diri buram, sehingga **kaitan akar dgn *'umrah* HILANG dari terjemahan**. Justru ayat inilah jangkar terkuat framing (3) '*'umrah* = kunjungan-Rumah' (HJJ). Bila akar '-m-r diputus, ayat ini ikut berubah (mis. 'demi Rumah yang diramaikan'). Dicatat sbg, bukan kelalaian. ⟶ akar ini. *'amira* = *'He, long'*; *'amara bi-makaanin* = *'He, resided in a place'*; *'amara* (tempat) = menjadi dihuni, *'in a flourishing state, '*. ** (hlm 2156) memikul, *''* DAN *'in a place'*. Ditambah *'umraan* dinyatakan ** ('reruntuhan/tanah terbengkalai', Lane hlm 716). diterjemahkan **Inti akar = BERTAHAN-BERLANGSUNG / TERUS TERPELIHARA, lawan BINASA & TERBENGKALAI.** Usia = lamanya orang bertahan; *'imaarah* = tempat yang terus dihuni & terpelihara. (Sejajar akar h-j-j: *qasada* memersatukan ziarah & argumen, HJJ) ⟶ (putusan opsi-2): sebelumnya terjemahan lain memakai, 'memakmurkan' (9:17, 9:18, 30:9, 11:61) vs '' (9:19, kehilangan seluruh muatan akar). 'Makmur' (KBBI) berkonotasi, sedangkan inti akar =; 'meramaikan' lebih dekat & konsisten. 9:17/9:18 '', 9:19 '', 30:9 '', 52:4 '', 11:61 ''. ⟶ *al-bayt al-* = '', **akar SAMA dengan *'umrah*terputus** oleh transliterasi. (Lane hlm 2156, terverifikasi): bangunan di langit yang diziarahi 70.000 malaikat tiap hari, (ketiga? keempat? keenam? ketujuh?); *'or the '*; *'or the '* (Baydaawii). **Tiga tafsir tak kompatibel + perselisihan internal = frasa ini SUDAH OPAK bagi mufasir klasik sendiri**, pola yang sama persis dgn *'arafaat* (5 etimologi bertabrakan, QBL) dan *bakkah* (BYT/RISET). Transliterasi 'Baitulmakmur' pembaca ke tafsir (a) tanpa memberitahu bahwa ada (b) dan (c). Terjemahan memulihkan;. Entri via penuntasan-cakupan kelompok ziarah/'-m-r: basis terjemahan lain + penerapan konvensi TERPUTUS saja, (2MP diterjemahkan kalian, 2MS tetap), (buang gloss musim/laku sekitar haji; 'menunaikan/melaksanakan haji' diterjemahkan 'berhaji'), fidelitas bentuk 2:198 'Arafah' diterjemahkan 'Arafat'. Lih. /