وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُبَارَكًا فَأَنْبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ

Kami turunkan dari langit air yang diberkahi, lalu Kami tumbuhkan dengannya taman-taman dan biji-bijian yang dapat dipanen.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُبَارَكًاwa-nazzalnaa mina s-samaa'i maa'an mubaarakanKami turunkan dari langit air yang diberkahi
  2. فَأَنْبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِfa-anbatnaa bihi jannaatin wa-habba l-hasiidilalu, Kami tumbuhkan dengannya taman-taman dan biji-bijian yang dapat dipanen
Aplikasi

Siklus pertanian dimulai: 'air yang diberkahi. kebun-kebun dan biji-bijian yang dapat dipanen', kelimpahan yang bermula dari satu sumber sederhana (hujan) menghasilkan keragaman hasil panen.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Hbb per konvensi ('mencintai' seragam; negasi tegas); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi Hbb: 'mencintai/cinta' seragam termasuk NEGASI (laa yuhibbu diterjemahkan 'tidak mencintai', pelunakan 'tidak menyukai' terjemahan lain dibongkar); biji pemakaian diteruskan. h-b-b: verba habba/ahabba = mencintai; hubb/mahabbah = cinta; cabang kedua habb/habbah = biji (per corpus).