فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَنِعْمَةً ۚ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Allah berilmu lagi penuh hikmah.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَنِعْمَةًfadlan mina llaahi wa-ni'matansebagai karunia dan nikmat dari Allah
- وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌwa-llaahu aliimun hakiimunAllah berilmu lagi penuh hikmah
Aplikasi
Pengakuan bahwa transformasi hati 'cinta pada keimanan. benci pada kekufuran' adalah 'karunia dari Allah', perubahan preferensi batin yang mendalam diakui sebagai anugerah, bukan pencapaian usaha semata.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: sebutan 'Maha Bijaksana' diterjemahkan 'penuh hikmah' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:57≡12:40≡12:67 tiga terjemahan). Glos kitab (618): adh-dhikr al-hakiim = 'decides judicially' / 'FREE FROM DEFECT; no incongruity' ( diterjemahkan QS 4:82, uji metodologi kita).