إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ ۚ فَمَنْ نَكَثَ فَإِنَّمَا يَنْكُثُ عَلَىٰ نَفْسِهِ ۖ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

Sesungguhnya orang-orang yang berjanji setia kepadamu, mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka. Oleh sebab itu, siapa yang melanggar janji, maka sesungguhnya pelanggaran itu hanya akan menimpa dirinya sendiri. Siapa yang menepati janjinya kepada Allah, maka Dia akan menganugerahinya pahala yang agung.

Terjemahan bertahap (4 jeda)
  1. إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَinna lladziina yubaayi'uunaka innamaa yubaayi'uuna llaahasesungguhnya orang-orang yang berjanji setia kepadamu, mereka berjanji setia kepada Allah
  2. يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْyadu llaahi fawqa aydiihimtangan Allah di atas tangan mereka
  3. فَمَنْ نَكَثَ فَإِنَّمَا يَنْكُثُ عَلَىٰ نَفْسِهِfa-man nakatsa fa-innamaa yankutsu alaa nafsihioleh sebab itu, siapa yang melanggar janji, maka sesungguhnya pelanggaran itu hanya akan menimpa dirinya sendiri
  4. وَمَنْ أَوْفَىٰ بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًاwa-man awfaa bimaa aahada alayhu llaaha fa-sa-yu'tiihi ajran azhiimansiapa yang menepati janjinya kepada Allah, maka Dia akan menganugerahinya pahala yang agung
Aplikasi

Metafora kuat 'tangan Allah di atas tangan mereka' untuk janji setia. Konkretnya: kesetiaan kepada Nabi dipahami sebagai komitmen kepada Allah sendiri, sebuah pengangkatan makna dari perjanjian sosial biasa menjadi ikatan spiritual, dengan konsekuensi pelanggaran yang 'hanya akan menimpa dirinya sendiri' menegaskan tanggung jawab personal penuh.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.