وَقَالُوا أَآلِهَتُنَا خَيْرٌ أَمْ هُوَ ۚ مَا ضَرَبُوهُ لَكَ إِلَّا جَدَلًا ۚ بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ

dan mereka berkata, “Apakah tuhan-tuhan kami lebih baik ataukah dia?” Mereka tidak membuat perumpamaan itu kepadamu kecuali untuk membantah; bahkan, mereka kaum yang suka bertengkar.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَقَالُوا أَآلِهَتُنَا خَيْرٌ أَمْ هُوَwa-qaaluu a-aalihatunaa khayrun am huwadan mereka berkata, apakah tuhan-tuhan kami lebih baik ataukah dia
  2. مَا ضَرَبُوهُ لَكَ إِلَّا جَدَلًاmaa darabuuhu laka illaa jadalanmereka tidak membuat perumpamaan itu kepadamu kecuali untuk membantah
  3. بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَbal hum qawmun khasimuunabahkan, mereka kaum yang suka bertengkar
Aplikasi

Perdebatan dangkal 'apakah tuhan-tuhan kami lebih baik ataukah dia?', pertanyaan yang diajukan bukan untuk mencari kebenaran, melainkan sekadar alat bertengkar, terungkap sebagai 'kaum yang suka bertengkar'.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, a-l-h, kh-y-r, d-r-b, j-d-l, q-w-m, kh-s-m): a-aalihatunaa khayr am huwa diterjemahkan 'apakah tuhan-tuhan kami lebih baik ataukah dia' (ilaah + akar kh-y-r); maa darabuuhu laka illaa jadalan diterjemahkan 'membuat perumpamaan hanya untuk membantah' (akar j-d-l, jadal/bantahan tanpa ketulusan, cf. 40:5); qawm khasimuun diterjemahkan 'kaum yang suka bertengkar' (akar kh-s-m). Selaras.