مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ ۖ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ
Siapa yang menghendaki ladang akhirat, Kami tambahkan baginya dalam ladangnya; dan siapa yang menghendaki ladang dunia, Kami beri ia sebagian darinya, dan tidak ada baginya bagian di akhirat.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِman kaana yuriidu hartsa l-aakhirati nazid lahu fii hartsihisiapa yang menghendaki ladang akhirat, Kami tambahkan baginya dalam ladangnya
- وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍwa-man kaana yuriidu hartsa d-dunyaa nu'tihi minhaa wa-maa lahu fii l-aakhirati min nasiibindan siapa yang menghendaki ladang dunia, Kami beri ia sebagian darinya, dan tidak ada baginya bagian di akhirat
Aplikasi
Metafora 'ladang akhirat' dan 'ladang dunia', investasi yang dipilih menentukan jenis hasil yang diperoleh, dengan ladang akhirat justru mendapat tambahan sementara ladang dunia hanya mendapat sebagian saja.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-w-n, r-w-d, h-r-ts, a-kh-r, z-y-d, d-n-w, a-t-y, n-s-b): harth al-aakhirah diterjemahkan 'ladang akhirat' (akar h-r-ts, metafora tanam-tuai amal); nazid diterjemahkan 'menambahkan' (akar z-y-d); nasiib diterjemahkan 'bagian' (akar n-s-b). Selaras.