فَلَمْ يَكُ يَنْفَعُهُمْ إِيمَانُهُمْ لَمَّا رَأَوْا بَأْسَنَا ۖ سُنَّتَ اللَّهِ الَّتِي قَدْ خَلَتْ فِي عِبَادِهِ ۖ وَخَسِرَ هُنَالِكَ الْكَافِرُونَ
Maka, iman mereka tidak berguna bagi mereka ketika mereka melihat azab Kami , sunah Allah yang telah berlaku pada hamba-hamba-Nya , dan di sana rugilah orang-orang kafir.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- فَلَمْ يَكُ يَنْفَعُهُمْ إِيمَانُهُمْ لَمَّا رَأَوْا بَأْسَنَاfa-lam yaku yanfa'uhum iimaanuhum lammaa ra'aw ba'sanaamaka, iman mereka tidak berguna bagi mereka ketika mereka melihat azab Kami
- سُنَّتَ اللَّهِ الَّتِي قَدْ خَلَتْ فِي عِبَادِهِsunnata llaahi llatii qad khalat fii ibaadihisunah Allah yang telah berlaku pada hamba-hamba-Nya
- وَخَسِرَ هُنَالِكَ الْكَافِرُونَwa-khasira hunaalika l-kaafiruunadan di sana rugilah orang-orang kafir
Aplikasi
Penegasan tegas: iman darurat semacam itu 'tidak berguna bagi mereka', keimanan yang lahir dari tekanan krisis tidak diterima sebagai bukti perubahan hati yang sesungguhnya, sebuah pola ('sunah Allah') yang konsisten berlaku.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-w-n, n-f-', a-m-n, r-a-y, b-a-s, s-n-n, a-l-h, kh-l-w, '-b-d, kh-s-r, k-f-r): lam yaku yanfa'uhum iimaanuhum diterjemahkan 'iman mereka tak berguna' (akar n-f-' + akar '-m-n); sunnat allaah diterjemahkan 'sunah Allah (ketetapan)' (akar s-n-n); khalat fii ibaadihi diterjemahkan 'berlaku pada hamba-Nya' (akar kh-l-w + akar '-b-d); khasira diterjemahkan 'rugi' (akar kh-s-r). gloss '(Yang demikian itu)' dibuang.