غَافِرِ الذَّنْبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ شَدِيدِ الْعِقَابِ ذِي الطَّوْلِ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ إِلَيْهِ الْمَصِيرُ

Pengampun dosa, Penerima tobat, Pemberi hukuman yang keras, Pemilik karunia. Tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nyalah kembali.

Terjemahan bertahap (4 jeda)
  1. غَافِرِ الذَّنْبِ وَقَابِلِ التَّوْبِghaafiri dz-dzanbi wa-qaabili t-tawbiPengampun dosa, Penerima tobat
  2. شَدِيدِ الْعِقَابِ ذِي الطَّوْلِshadiidi l-iqaabi dzii t-tawliPemberi hukuman yang keras, Pemilik karunia
  3. لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَlaa ilaaha illaa huwatidak ada tuhan selain Dia
  4. إِلَيْهِ الْمَصِيرُilayhi l-masiiruhanya kepada-Nyalah kembali
Aplikasi

Rangkaian sifat yang seimbang: 'Pengampun dosa, Penerima tobat, Pemberi hukuman yang keras, Pemilik karunia', kombinasi rahmat dan keadilan yang tidak saling meniadakan, keduanya hadir bersamaan dalam satu karakter yang utuh.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain 'menerima tobat / Maha Penerima Tobat' = glos tafsir yang MEMBALIK AGENSI (Allah jadi penerima pasif, padahal taaba alaa = Dia BERGERAK kembali kepada hamba). Bukti internal: 9:118 'taaba alayhim LI-YATUuBUu', berpaling-Nya MENDAHULUI tobat hamba; terjemahan lain terpaksa menambal dgn tambahan 'tetap dalam'. Pembeda leksikal nyata: saat Qur'an bermaksud 'MENERIMA', ia memakai akar q-b-l (yaqbalu 9:104 & 42:25; qaabili t-tawb 40:3), terjemahan lain meratakan keduanya. terjemahan ini: 'menyambut tobat' (aktif-menuju); takrif diterjemahkan 'Sang Penyambut Tobat'. Ayat ini: qaabili t-tawb (akar q-b-l) diterjemahkan "Penerima tobat" DIPERTAHANKAN. Rumus at-tawwaabu r-rahiim (takrif) di 2:37, 2:54, 2:128, 2:160, 9:104, 9:118 diterjemahkan 'Sang Penyambut Tobat lagi Sang Pengasih'; indefinit (4:16, 4:64, 24:10, 49:12, 110:3) diterjemahkan 'penyambut tobat'. 2:222 at-tawwaabiin = MANUSIA dgn lema yang sama diterjemahkan kesaling-kembalian; 9:117 taaba alaa NABI (yang tak berdosa di peristiwa itu) diterjemahkan menegaskan taaba alaa = berpaling-dgn-karunia, tak mensyaratkan dosa. s end.' Corpus: akar t-w-b di ayat ini. utk manusia (2:222 at-tawwaabiin!) 'one who repents much'.