لَهُ مَقَالِيدُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
Milik-Nyalah kunci-kunci langit dan bumi. Orang-orang yang kufur terhadap tanda-tanda Allah, mereka itulah orang-orang yang rugi.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- لَهُ مَقَالِيدُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِlahu maqaaliidu s-samaawaati wa-l-ardimilik-Nyalah kunci-kunci langit dan bumi
- وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَwa-lladziina kafaruu bi-aayaati llaahi ulaa'ika humu l-khaasiruunadan orang-orang yang kufur terhadap tanda-tanda Allah, mereka itulah orang-orang yang rugi
Aplikasi
Kepemilikan 'kunci-kunci langit dan bumi' sebagai metafora kontrol penuh atas akses dan sumber daya, kerugian sejati didefinisikan sebagai penolakan terhadap tanda-tanda yang sudah jelas ini.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. alaamah); 'verse of the Kur-án' cuma sense turunan KE-8, di-hedge Lane sendiri: ''. Bukti internal: satu kata menampung manusia (Isa 19:21), hewan (unta 7:73), benda (tongkat 7:106), bahasa & warna kulit (30:22), kisah (26:8), monumen (26:128), DAN satuan teks, hanya 'tanda' yang menampung semuanya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab.