مَا سَمِعْنَا بِهَٰذَا فِي الْمِلَّةِ الْآخِرَةِ إِنْ هَٰذَا إِلَّا اخْتِلَاقٌ
Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam millah yang terakhir. Ini tidak lain hanyalah rekaan belaka.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- مَا سَمِعْنَا بِهَٰذَا فِي الْمِلَّةِ الْآخِرَةِmaa sami'naa bi-haadzaa fii l-millati l-aakhiratikami tidak pernah mendengar hal ini dalam millah yang terakhir
- إِنْ هَٰذَا إِلَّا اخْتِلَاقٌin haadzaa illaa khtilaaqunini tidak lain hanyalah rekaan belaka
Aplikasi
Dalih familiar 'kami tidak pernah mendengar hal ini dalam millah yang terakhir', anggapan bahwa sesuatu yang baru pasti salah hanya karena belum pernah didengar sebelumnya, mengabaikan kemungkinan bahwa kebaruan bukan otomatis berarti kesalahan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain merender millah sbg 'agama', menyamakannya dgn diin. terjemahan ini memisahkan keduanya utk menjaga presisi: 'millah' (kredo/jalan) ≠ 'pertanggungjawaban' (diin). Rollout millah (15 ayat akar m-l-l). Mempertahankan 'millah' menegakkan distingsi leksikal dari diin (Prinsip #1 konsistensi). PASS: berbasis terjemahan lain edisi terkini dgn 'agama'(millah) diterjemahkan 'millah'; penyelarasan ulang kau/engkau/kalian menyusul (pass terpadu). Millah (akar m-l-h, akar m-l-l; lemma corpus 'mil~ap'). Entri millah memang tipis krn م ada setelah qaaf, justru itu alasan kata serapan 'millah' dipertahankan. Diverifikasi corpus Leeds (root mll = 15 ayat millah, terpisah dari verba yumill 'mendiktekan' di 2:282). Konvensi terjemahan ini: millah DIPERTAHANKAN sbg kata Arab (kata serapan, spt 'salat'), DIBEDAKAN dari diin='pertanggungjawaban'. Millah = jalan/kredo keyakinan-praktik yg diikuti; diin = relasi/sistem pertanggungjawaban.