أَوَلَمْ يَرَ الْإِنْسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ نُطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُبِينٌ
Tidakkah manusia melihat bahwa Kami menciptakannya dari setetes mani, lalu tiba-tiba ia menjadi penentang yang nyata?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَوَلَمْ يَرَ الْإِنْسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ نُطْفَةٍa-wa-lam yara l-insaanu annaa khalaqnaahu min nutfatintidakkah manusia melihat bahwa Kami menciptakannya dari setetes mani
- فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُبِينٌfa-idzaa huwa khasiimun mubiinunlalu tiba-tiba ia menjadi penentang yang nyata
Aplikasi
Manusia yang diciptakan dari nutfah (sesuatu sederhana) justru 'tiba-tiba menjadi penentang yang nyata', ironi tajam antara asal-usul yang rendah hati dan sikap sombong yang berkembang kemudian, pengingat untuk mengingat kembali kerendahan asal ketika kesombongan mulai muncul.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar r-a-y, a-n-s, kh-l-q, n-t-f, kh-s-m, b-y-n): khalaqnaahu min nutfah diterjemahkan 'menciptakannya dari nutfah' (akar kh-l-q + akar n-t-f); khasiim mubiin diterjemahkan 'penentang yang nyata' (akar kh-s-m + akar b-y-n, manusia dari setetes air jadi pembangkang; kesombongan/ingkar-nikmat). Selaras.