وَجَعَلْنَا مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ
Kami memasang penghalang di hadapan mereka dan di belakang mereka, lalu Kami menutupi mereka, maka mereka tidak dapat melihat.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَجَعَلْنَا مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّاwa-ja'alnaa min bayni aydiihim saddan wa-min khalfihim saddanKami memasang penghalang di hadapan mereka dan di belakang mereka
- فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُونَfa-aghshaynaahum fa-hum laa yubsiruunalalu Kami menutupi mereka, maka mereka tidak dapat melihat
Aplikasi
Penghalang di depan dan belakang yang menutupi pandangan, kebutaan spiritual digambarkan sebagai kondisi yang terkurung dari segala arah, bukan sekadar satu titik buta yang mudah diperbaiki.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. of dariir'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.