وَمَا أَرْسَلْنَا فِي قَرْيَةٍ مِنْ نَذِيرٍ إِلَّا قَالَ مُتْرَفُوهَا إِنَّا بِمَا أُرْسِلْتُمْ بِهِ كَافِرُونَ

Dan tidaklah Kami mengutus seorang pemberi peringatan ke suatu negeri, kecuali orang-orang yang bermewah-mewah di negeri itu berkata, “Sesungguhnya kami kufur terhadap apa yang kalian diutus dengannya.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَمَا أَرْسَلْنَا فِي قَرْيَةٍ مِنْ نَذِيرٍ إِلَّا قَالَ مُتْرَفُوهَاwa-maa arsalnaa fii qaryatin min nadziirin illaa qaala mutrafuuhaadan tidaklah Kami mengutus seorang pemberi peringatan ke suatu negeri, kecuali orang-orang yang bermewah-mewah di negeri itu berkata
  2. إِنَّا بِمَا أُرْسِلْتُمْ بِهِ كَافِرُونَinnaa bimaa ursiltum bihi kaafiruunasesungguhnya kami kufur terhadap apa yang kalian diutus dengannya
Aplikasi

Pola historis yang konsisten: setiap pemberi peringatan yang diutus ke suatu negeri selalu ditolak oleh 'orang-orang yang bermewah-mewah' di sana, korelasi antara kenyamanan material berlebih dan resistensi terhadap pesan yang menuntut perubahan.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar r-s-l, q-r-y, n-dz-r, q-w-l, t-r-f, k-f-r): maa arsalnaa fii qaryah min nadhiir illaa qaala mutrafuuhaa diterjemahkan 'tidaklah Kami utus pemberi peringatan ke negeri kecuali orang mewahnya berkata' (akar r-s-l + akar n-dz-r + akar t-r-f, elite mewah = penolak-tetap rasul, kritik-sosial berulang, cf. 43:23, 23:33); kaafiruun diterjemahkan 'mengingkari' (akar k-f-r). gloss '(di negeri itu)/(kerasulanmu)' dibuang.