إِذْ جَاءُوكُمْ مِنْ فَوْقِكُمْ وَمِنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَإِذْ زَاغَتِ الْأَبْصَارُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوبُ الْحَنَاجِرَ وَتَظُنُّونَ بِاللَّهِ الظُّنُونَا
Ketika mereka datang kepada kalian dari arah atas dan dari arah bawah kalian, dan ketika penglihatan terpana, dan hati menyesak sampai ke tenggorokan, dan kalian berprasangka yang bukan-bukan terhadap Allah,
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- إِذْ جَاءُوكُمْ مِنْ فَوْقِكُمْ وَمِنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْidz jaa'uukum min fawqikum wa-min asfala minkumketika mereka datang kepada kalian dari arah atas dan dari arah bawah kalian
- وَإِذْ زَاغَتِ الْأَبْصَارُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوبُ الْحَنَاجِرَwa-idz zaaghati l-absaaru wa-balaghati l-quluubu l-hanaajiradan ketika penglihatan terpana, dan hati menyesak sampai ke tenggorokan
- وَتَظُنُّونَ بِاللَّهِ الظُّنُونَاwa-tazhunnuuna billaahi zh-zhunuunaadan kalian berprasangka yang bukan-bukan terhadap Allah
Aplikasi
Deskripsi psikologis situasi genting perang: 'penglihatan terpana, hati menyesak sampai ke tenggorokan', potret jujur tentang tekanan ekstrem yang memicu prasangka buruk terhadap Allah sendiri, kerentanan manusiawi yang diakui apa adanya, bukan disembunyikan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. of dariir'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.