وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا ۚ أَوَلَوْ كَانَ الشَّيْطَانُ يَدْعُوهُمْ إِلَىٰ عَذَابِ السَّعِيرِ
Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Ikutilah apa yang diturunkan Allah,” mereka berkata, “Tidak, kami mengikuti apa yang kami dapati nenek moyang kami menganutnya.” Apakah begitu, walaupun setan menyeru mereka ke azab yang menyala-nyala?
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُwa-idzaa qiila lahumu ttabi'uu maa anzala llaahudan apabila dikatakan kepada mereka, ikutilah apa yang diturunkan Allah
- قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَاqaaluu bal nattabi'u maa wajadnaa alayhi aabaa'anaamereka berkata, tidak, kami mengikuti apa yang kami dapati nenek moyang kami menganutnya
- أَوَلَوْ كَانَ الشَّيْطَانُ يَدْعُوهُمْ إِلَىٰ عَذَابِ السَّعِيرِa-wa-law kaana sh-shaytaanu yad'uuhum ilaa adzaabi s-sa'iiriapakah begitu, walaupun setan menyeru mereka ke azab yang menyala-nyala
Aplikasi
Dalih tradisi yang berulang: 'kami mengikuti apa yang kami dapati pada nenek moyang kami' bahkan jika 'setan menyeru mereka ke azab', kekerasan hati mengikuti kebiasaan lama meski konsekuensinya jelas merugikan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, t-b-', n-z-l, a-l-h, w-j-d, a-b-w, k-w-n, sh-t-n, d-'-w, '-dz-b, s-'-r): nattabi'u maa wajadnaa alayhi aabaa'anaa diterjemahkan 'kami mengikuti apa yang kami dapati pada nenek moyang kami' (akar t-b-' + akar w-j-d + akar '-b-w, dalih taklid, cf. 2:170, 26:74); yad'uuhum ilaa adhaab diterjemahkan 'setan menyeru mereka ke azab' (akar d-'-w, da'aa negatif, cf. 28:41 a'immah yad'uuna ilaa n-naar). gloss '(hanya)/(kebiasaan)/(mereka akan mengikuti…)/(neraka)' dibuang.