فَانْظُرْ إِلَىٰ آثَارِ رَحْمَتِ اللَّهِ كَيْفَ يُحْيِي الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ لَمُحْيِي الْمَوْتَىٰ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Perhatikanlah jejak-jejak rahmat Allah, bagaimana Dia menghidupkan bumi setelah matinya. Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar dapat menghidupkan orang yang telah mati. Dia berkuasa atas segala sesuatu.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- فَانْظُرْ إِلَىٰ آثَارِ رَحْمَتِ اللَّهِ كَيْفَ يُحْيِي الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَاfa-nzhur ilaa aatsaari rahmati llaahi kayfa yuhyii l-arda ba'da mawtihaaperhatikanlah jejak-jejak rahmat Allah, bagaimana Dia menghidupkan bumi setelah matinya
- إِنَّ ذَٰلِكَ لَمُحْيِي الْمَوْتَىٰinna dzaalika la-muhyii l-mawtaasesungguhnya yang demikian itu benar-benar dapat menghidupkan orang yang telah mati
- وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌwa-huwa alaa kulli shay'in qadiirunDia berkuasa atas segala sesuatu
Aplikasi
Ajakan refleksi: 'Perhatikanlah jejak-jejak rahmat Allah, bagaimana Dia menghidupkan bumi setelah mati' sebagai bukti kemampuan menghidupkan yang mati, analogi alam yang konkret mendukung keyakinan terhadap kebangkitan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…erhatikanlah jejak-jejak rahmat Allah, bagaimana Dia men…”. Corpus ayat ini: «raHomati, tanpa-al».